Wabup Madina Resmikan Layanan Hemodialisis dan CT-Scan RSUD Panyabungan

Sebarkan:

MADINA – Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) Atika Azmi Utammi Nasution meresmikan pelayanan fasilitas hemodialisis (cuci darah) dan pemeriksaan CT-Scan di RSUD Panyabungan, Kamis (16/12/2021).

Peresmian dihadiri Kepala RSUD Panyabungan dr. Rusli Pulungan, Kadis Kesehatan dr. Safruddin Nasution, anggota DPRD Madina Edi Anwar, Ketua Perhimpunan Nefrologi Indonesia Korwil Sumatera Utara dan Nanggroe Aceh Darussalam dr. Safrizal, dan Penanggung Jawab Hemodialisis dr. Syafran.

Atika menyampaikan peresmian layanan cuci darah dan pemeriksaan CT-Scan di RSUD Panyabungan tersebut diharapkan berdampak positif terhadap peningkatan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat Madina.

“Meskipun masih dalam suasana pandemi COVID-19, akhirnya kita telah memiliki pelayanan hemodialisis atau cuci darah dan pemeriksaan CT-Scan di RSUD Panyabungan,” ujar Atika. 

Selain itu menilai peresmian layanan hemodialisis (cuci darah) dan pemeriksaan CT-Scan itu sejalan dengan slogan Pemkab Madina saat ini, yakni Madina bersyukur, Madina berbenah.

Pada kesempatan itu, Atika juga mengapresiasi para insan kesehatan atas dedikasinya bersama pemerintah dalam memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik bagi masyarakat Madina.

Kesehatan merupakan hak asasi setiap warga negara. Itu sebabnya, pemerintah berkewajiban memberikan pelayanan kesehatan yang merata dan terjangkau sebagai bentuk pertanggungjawaban dalam penyelenggaraan pemerintahan yang baik.

“Sebagai salah satu bentuk tanggung jawab sosial terhadap masyarakat adalah mendekatkan akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat, sehingga peningkatan derajat kesehatan dapat dicapai,” ujarnya.

Secara umum Atika menjelaskan, fungsi ginjal adalah menyaring darah, membuang limbah dan racun dari tubuh serta membantu mengeluarkannya sebagai urine. 

Pasien yang fungsi ginjal sudah menurun akan memerlukan tindakan cuci darah atau hemodialisis guna membuang racun-racun yang ada dalam tubuh.

Pasien yang mengalami gagal ginjal terminal perlu cuci darah dua sampai tiga kali per minggu. Setiap kali cuci darah butuh waktu rata-rata empat jam.

Berdasarkan data yang dirilis Perhimpunan Nefrologi Indonesia Korwil Sumatera Utara dan Nanggroe Aceh Darussalam, pasien yang menggunakan layanan hemodialisis atau cuci darah yang berasal dari Tabagsel mencapai 50 orang. Saat ini mereka mendapatkan akses layanan tersebut di berbagai rumah sakit di Sumatera Utara seperti di Tarutung dan Medan.

“Oleh sebab itu, dengan tersedianya fasilitas cuci darah di RSUD Panyabungan, pasien yang tadinya cuci darah harus ke rumah sakit di luar Mandailing Natal, saat ini tidak perlu lagi jauh-jauh untuk memperoleh layanan tersebut,” tuturnya.

Selain layanan unit hemodialisis, RSUD Panyabungan juga dilengkapi fasilitas penunjang diagnostik berupa CT-Scan.

CT scan merupakan prosedur pemeriksaan medis yang menggunakan kombinasi teknologi sinar-X dan sistem komputer khusus untuk menghasilkan gambar organ, tulang, dan jaringan lunak di dalam tubuh. 

Gambar dari hasil pemeriksaan CT-Scan dapat memberikan informasi yang lebih rinci dan akurat bila dibandingkan dengan foto rontgen biasa. Prosedur medis ini juga biasanya tidak memakan waktu lama dan tidak menimbulkan rasa sakit.

“Oleh sebab itu, fasilitas tersebut akan membantu dokter spesialis dalam untuk menetapkan diagnosa, sehingga tujuan penatalaksanaan penyakit pasien akan menjadi lebih baik,” katanya. (fadli/mm)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini