Mahasiswa Desa Bupati Madina Copot Kaban BPBD dan Kadis Perkim

Sebarkan:

Massa AMPM Madina demo di depan kantor Bupati. (foto/ist)
MADINA - Aliansi Mahasiswa Pemuda Mandailing Natal (AMPM) meminta Bupati Madina mencopot Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) terkait dengan dugaan maraknya galian C ilegal.

Hal itu disampaikan pada aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Madina, Komplek perkantoran Payaloting, Jumat (4/2/2022).

Ketua AMPM Ahmad Hidayat menyampaikan, Kepala BPBD Madina untuk dicopot terkait dengan proyek rehabilitasi pembangunan pengamanan banjir di ruas jalan Pagur Panyabungan Timur karena diduga  menggunankan galian C, tanpa izin. 

"Kami meminta Kejari Madina untuk melakukan audit terhadap proyek rehabilitasi pembangunan pengamanan banjir di jalan Pagur, yang ditangani oleh pihak BPBD yang menggunakan anggaran DAU sebesar Rp. 11.114.150.000," katanya.

Selain itu pihaknya juga meminta Kejari untuk memeriksa Kaban BPBD, PPK, dan PT Torida Hasian Group yang sebagai kontraktor proyek tersebut. 

"Kami meminta Kadis Perkim untuk dicopot yang menjadi PPK di proyek tersebut dan kami duga telah melakukan penyelewengan kekuasaan yang hanya menguntungkan pribadi tanpa melihat dampak negatif kedapa daerah," ujarnya. 

Sementara itu Asisten III Pemkab Madina Alamulhaq Daulay yang datang menemui pengunjuk rasa menyebutkan apa yang menjadi tuntutan dalam aksi demo ini akan disampaikan kepada Bupati.

"Saya mendengar dalam tuntutannya meminta Kaban BPBD dan Perkim dicopot terkait dugaan galian C, tentu aspirasi ini akan saya sampaikan kepada pak Bupati," kata Alamulhaq. Mendengar jawaban tersebut masa dari AMPM membubarkan diri. (fadli/mm)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini