Fornas VI/2022 Palembang “Menuju Sumut Sehat, Bugar, Gembira”

Sebarkan:
Choking Susilo Sakeh. (foto/ist)
SIMAKLAH kemeriahan ini :

Ada sekitar 12.141 penggiat (atlit) dari 34 provinsi, berkumpul di Palembang, Sumatera Selatan, selama 1-7 Juli 2022 lalu. Mereka berasal dari 55 inorga (induk olahraga)/cabang olaharga, bertarung di 709 nomor perlombaan.

Dan kemeriahan ini, terjadi di penyelenggaraan Fornas (Festival Olahraga Rekreasi Nasional) ke VI/2022. Konon, kata banyak orang yang kompeten, even Fornas VI/2022 kali ini lebih banyak dipadati pengunjung dibanding even olahraga prestasi. Mungkin ada benarnya, sebab even ini dipenuhi aroma rekreasi dan hiburan. Dan masyarakat memang lagi butuh momen semacam itu, setelah sekian lama terkurung karena pandemi.

Sumatera Utara menjadi bagian dari kemeriahan ini. Di bawah kordinasi KORMI (Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia) Sumut, tim “Sumut Bermartabat” mengirimkan 234 penggiat (atlit) untuk mengikuti 105 nomor perlombaan dari 24 inorga.

Mengingat KORMI Sumut baru saja dikukuhkan pada 29 Desember 2021, dipastikan keberangkatan tim Sumut ke Fornas VI/2022 diwarnai dengan persiapan dan anggaran yang terbatas. Tak pelak, sebahagian besar penggiat berangkat ke Palembang melalui jalan darat. Puluhan penggiat, juga berangkat dengan biaya sendiri namun akomodasi selama di Palembang disediakan KORMI Sumut.

Dengan kondisi semacam itu, Ketua KORMI Sumut Baharuddin Siagian, tak memasang target muluk-muluk pada even Fornas VI/2022 ini. “Target maksimal kami hanya 10 medali emas. Selebihnya, kami manfaatkan even ini untuk belajar mengelola olahraga rekreasi secara lebih profesional,” ujar Bahar Siagian.

Di luar dugaan, Sumut berhasil membawa pulang prestasi jauh di atas target. “Meski dengan kondisi yang serba terbatas, ternyata semangat juang para penggiat Sumut sangat luar biasa untuk meraih prestasi terbaik demi Sumut Bermartabat,” puji Bahar.

Bahar pun berharap, Fornas VI/2022 ini sebagai momen kebangkitan olahraga masyarakat di Sumatera Utara. Terutama untuk menghadapi Fornas VII/2023 di Jawa Barat, serta memenuhi permintaan KORMI Nasional agar Sumut bersedia menjadi tuan rumah Fornas VIII tahun 2025.

Prestasi dari Kegagapan

Aku kebetulan penyuka Sun Tzu, cendekiawan dan ahli strategi perang Cina. Pemikirannya banyak diterapkan oleh para jenderal terkemuka dunia, bahkan oleh perusahaan raksasa dunia yang menganggap persaingan bisnis adalah medan pertempuran.

Kata Sun Tzu, lebih kurang : "Kenali dirimu, kenali lawanmu, kenali medan lapangan, maka kau akan memenangkan pertarungan".

Bersyukur aku bisa beberapa hari ikut mendampingi tim Sumut di Fornas VI ini. Dan, sungguh, aku datang disertai dengan rasa gagap. Sebab, tim Sumut ikut ke even ini tanpa data yang detil sebagai upaya untuk "kenali dirimu", mengenali kekuatan dan kelemahan diri sendiri. Tim Sumut bertarung tanpa mengenal secara rinci apa kekuatan dan kelemahan tim sendiri, apa pula kekuatan dan kelemahan tim lawan, serta tak mengenal lapangan khususnya para juri dan tuan rumah.

Data yang dimiliki Sumut hanyalah sebatas jumlah penggiat Sumut yang ikut, maupun jumlah inorga yang diikuti penggiat Sumut. Tapi tak tau persis apa saja 709 nomor yang diperlombakan, apa saja nomor perlombaan yang diikuti Sumut, serta bagaimana kekuatan dan kelemahan penggiat Sumut dibanding para lawan yang akan dihadapi.

Hal ini mungkin bagian dari minim dan terbatasnya waktu persiapan. Tak heran, ada kehadiran penggiat yang kemudian lebih jadi penggembira. Sebaliknya, ada penggiat yang tak diperhitungkan sejak awal, namun ternyata mampu berprestasi maksimal.

Bersyukur, tim Sumut hanya memasang target 10 medali Emas. Lebih bersyukur lagi, Sumut kemudian mampu meraih 24 medali Emas (termasuk 3 emas eksebisi). Ditambah lagi 19 medali Perak (termasuk 1 Perak eksebisi), plus 18 medali Perunggu.

Prestasi maksimal tim Sumut ini, boleh jadi, tak lepas dari kehadiran Ketua KORMI Sumut Bahar Siagian dan jajarannya, yang tiada lelah berupaya hadir di setiap nomor perlombaan untuk memompa semangat para penggiat. Penggiat Sumut seakan ‘menggila’ untuk mempersembahkan yang terbaik bagi Sumut Bermartabat, meski dengan fasilitas yang minim dan terbatas.

Hormatku untuk tim Sumut. Ke depannya, aku mau bilang, nasihat Sun Tzu tersebut diatas, layak dijadikan pegangan bagi Sumut kelak saat mengikuti Fornas VII/2023 Jawa Barat. KORMI Sumut perlu melakukan seleksi baik untuk inorga, nomor perlombaan dari masing-masing inorga, serta para penggiat yang akan diikutsertakan.

Dan, untuk semuanya itu -- tentunya, kita perlu data, data dan data…

Sehat, Bugar, Gembira dan Bermartabat

Sekedar iseng, aku mencoba berkesimpulan dari keikutsertaam Sumut pada even Fornas VI/2022 ini. Bahwa Sumut belum berupaya serius untuk menuju Sehat, Bugar, Gembira -- sebagaimana semboyan KORMI. Salah satu indikasinya, cuma ada 24 inorga Sumut yang mengikuti Fornas kali ini, meski even ini memperlombakan 55 inorga. Lalu, cuma sekitar 105 nomor perlombaan yang diikuti Sumut, dari sebanyak 709 nomor yang diperlombakan. Kenapa cuma 24 inorga? Kenapa cuma 105 nomor? Boleh jadi, Inorga dan nomor perlombaan yang lain belum ada, atau belum siap.

Terlepas dari semua itu, bahwa semua induk olahraga rekreasi masyarakat ini dihimpun di KORMI. Olahraga masyarakat ini sendiri, merupakan Amanah dari UU No. 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan -- sama halnya dengan olahraga Prestasi. Melalui olahraga rekreasi masyarakat ini, diharapkan manusia Indonesia kelak menjadi manusia yang sehat, bugar dan Gembira. Bahkan, Menpora saat acara penutupan Fornas VI/2022, bertekad, “Fornas VI/2022 menjadi momen kebangkitan manusia Indonesia yang Sehat, Bugar dan Gembira”.

Dan untuk Sumut, beban kerja KORMI tak cuma hanya bagaimana meningkatkan prestasi para penggiat inorga. Lebih dari itu, adalah bagaimana mempercepat tumbuh-kembangnya olahraga rekreasi masyarakat ini hingga ke seluruh pelosok Sumatera Utara. Tokh, olahraga ini relatif berbiaya lebih murah dibandingkan dengan cabang olahraga prestasi. Selain itu, sesungguhnya olahraga rekreasi ini sudah cukup akrab bagi banyak lapisan masyarakat.

Semakin maraknya aktivitas olahraga rekreasi masyarakat di berbagai lapisan masyarakat Sumut, tentunya kelak akan mendorong masyarakat Sumut menjadi masyarakat yang sehat, bugar dan gembira. Dan pada giliran berikutnya, akan mempercepat terwujudnya visi-misi Sumut Bermartabat.

Selebihnya, buatku pribadi, ada yang menarik dari KORMI dan FORNAS ini. Bahwa dua dari 10 objek Pemajuan Kebudayaan yang diatur di dalam UU No. 5/Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, yakni Olahraga Tradisional dan Permainan Rakyat, diakomodir sebagai bagian dari inorga yang dihimpun KORMI, serta diikutsertakan di dalam even Fornas.

Berbagai jenis olahraga tradisional semacam Silat, Panahan, dan banyak lainnya, maupun permainan rakyat semacam pukul bantal, enggrang, domino dan banyak lainnya, menjadi bagian dari nomor-nomor yang diperlombakan di Fornas. Padahal, bagi masyarakat kebudayaan sendiri, olahraga tradisional dan permainan rakyat ini nyaris dianggap sepi.

Di Sumut, kita cukup banyak mengenal berbagai jenis olahraga tradisional dan permainan rakyat tersebut. Sayangnya, hanya sedikit sekali nomor perlombaan yang diikuti tim Sumut pada Fornas VI/2022 kali ini.

Ke depannya, kedua inorga ini pun wajib menjadi fokus serius KORMI Sumut. Targetnya, tentu tidaklah semata hanya untuk mengikuti Fornas VII/2023 nanti. Melainkan lebih mulia dari itu, yakni sebagai upaya KORMI Sumut ikut berperan melestarikan dan mengembangkan produk budaya masyarakat. Dalam kaitan ini, KORMI Sumut tentu bisa menjalin Kerjasama dengan instansi terkait yakni Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, baik di level provinsi maupun kab/kota.

Apapun itu, pada akhirnya KORMI Sumut tak kan bisa berjalan sendiri. Perlu dukungan semua elemen masyarakat, terutama inorga dan Pemprov Sumut. Tentunya, diperlukan kepiawaian para pengurus KORMI Sumut di dalam menjalin hubungan dan dukungan dari semua fihak tersebut.

Akhirnya, sukses untuk para penggiat KORMI Sumut yang ikut bertanding di Fornas VI/2022, sukses juga untuk para pelatih, pendamping dan pejuang KORMI Sumut di Fornas VI/2022. Kerja keras kalian, cukup bermakna untuk Sumut Bermartabat.

Satu hal penting : Kalian semua, ternyata bukan kaleng-kaleng…

*Penulis adalah Jurnalis, peminat Budaya, Dewan Pakar KORMI Sumut.

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini