![]() |
| Pihak PTAR saat mengunjungi pengumpulan ecobrick oleh Bank Sampah Yamantap dari masyarakat Desa Aek Garut, Kecamatan Pandan, Tapteng, pada Selasa (2/9/2025). (foto:mm/jhonny simatupang) |
Direktur sekaligus Koordinator Bank Sampah Yayasan Masyarakat Penjaga Pantai Barat (Yamantab), Damai Mendrofa, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari sosialisasi program ecobrick. Metode ini dilakukan dengan cara mengisi botol bekas dengan sampah plastik bersih dan kering hingga padat, lalu dimanfaatkan kembali sebagai bahan bangunan atau kerajinan.
“Dengan mengemas plastik ke dalam botol, sampah menjadi terisolasi dari lingkungan, mencegah pencemaran, sekaligus memberi nilai tambah ekonomi bagi masyarakat,” ujar Damai.
Sejak diluncurkan dua bulan lalu, Bank Sampah Yamantap telah mengumpulkan 3.800 botol ecobrick dari tiga wilayah, yakni Lingkar Tambang Emas Martabe, Kawasan Mangrove Aek Garut, dan masyarakat sekitar Bank Sampah Yamantab. Satu botol ecobrick dihargai Rp6.000, dengan syarat minimal berat 200 gram dan kondisi botol bersih serta tidak rusak.
Program ecobrick ini didukung penuh PT Agincourt Resources (PTAR), pengelola Tambang Emas Martabe. General Manager Operations & Deputy Director Operations PTAR, Rahmat Lubis, menyebutkan inisiatif ini bagian dari kampanye “Aksi Bikin Ecobrick dari Hati untuk Bumi” yang digagas perusahaan.
“Inisiatif ini sejalan dengan prinsip keberlanjutan yang kami usung, sekaligus mendukung target nasional pengelolaan 50% sampah pada 2025 dan 100% pada 2029,” kata Rahmat.
Warga Desa Aek Garut menyambut baik program tersebut. Seorang ibu rumah tangga, Gatriani Silitonga, mengaku senang karena bisa menambah penghasilan keluarga sekaligus menjaga lingkungan. “Sambil menjaga anak, saya bisa membuat ecobrick. Sampah tidak terbuang sia-sia, malah bermanfaat,” ujarnya.
Hal yang sama disampaikan Kades Aek Garut, Herman Harefa. Dia juga mengapresiasi dan sangat mendukung program ecobrick Bank Sampah Yamantap yang didukung PTAR di wilayah kerjanya Desa Aek Garut. Selain mengurangi sampah plastik, kegiatannya juga dinilainya bisa membuka lapangan kerja dan menambah nilai ekonomi keluarga.
"Jadi, kami mengucapkan terima kasih kepada Bank Sampah Yamantap dan PTAR karena sudah mengurangi sampah dan membuka lapangan kerja di desa kami. Dengan adanya program ini, lingkungan Aek Garut semakin bersih karena sampah yang terbuang bisa dipergunakan masyarakat. Oleh karena itu, kami berharap program ini berlanjut ke depannya dan kami siap mendukung serta membantu," ucap Herman. (jhonny simatupang)


