![]() |
| Antrian panjang pengendara di salah satu SPBU di Kabupaten Toba. (foto/ist) |
“Sebenarnya stok BBM di Toba aman. Para pengusaha SPBU juga telah menyampaikan bahwa bantuan armada dari Jakarta akan segera tiba di Sumatera, sehingga distribusi BBM akan kembali normal,” ujar Wakil Bupati.
Terkait antrean panjang dan kelangkaan BBM yang terjadi dalam beberapa hari terakhir, Audi Murphy menjelaskan bahwa situasi tersebut dipicu oleh panic buying atau pembelian berlebihan oleh masyarakat. Kondisi ini diperparah dengan warga dari luar daerah yang ikut mengisi BBM di Toba. “Jadi masyarakat tidak perlu panik. Stok aman dan tersedia,” tegasnya.
Menanggapi dugaan adanya penimbunan BBM oleh oknum tertentu, Wakil Bupati mengatakan bahwa Polres Toba akan melakukan razia untuk mengusut pihak-pihak yang diduga menimbun BBM, terutama menjelang Natal dan Tahun Baru.
Lebih lanjut ia menyampaikan bahwa panic buying dikhawatirkan berdampak pada operasional mesin-mesin pertanian dan penggilingan padi, yang berpotensi mengganggu ketersediaan pangan.
Untuk memastikan distribusi tetap terkendali, SPBU diminta menerapkan sistem pelayanan yang lebih selektif. Selain itu, empat kecamatan — Habinsaran, Borbor, Nassau, dan Pintu Pohan Meranti — akan mendapat suplai BBM tambahan.(paber simanjuntak)


