![]() |
Lebih Sebulan Pasca Bencana, Jalan Provinsi Batangtoru–Sipirok Masih Lumpuh. (foto:mm/subanta) |
Pantauan media di lapangan menunjukkan, sepanjang ruas jalan sekitar 32,65 kilometer dari Simpang Sipenggeng Batangtoru–Marancar hingga tembus ke Sipirok, terdapat puluhan titik longsor yang menutupi sebagian badan jalan. Selain itu, luapan tiga sungai, yakni Sungai Aek Malakkut, Sitandiang, dan yang terparah Sungai Aek Nabara, turut membawa material kayu dan batu yang menghantam badan jalan serta jembatan, sehingga memutus akses transportasi warga.
Di sejumlah lokasi terlihat kerusakan infrastruktur cukup parah. Besi pembatas di sisi kiri dan kanan jembatan dilaporkan copot, sementara badan jalan di beberapa titik jebol akibat derasnya arus sungai saat bencana terjadi.
Sebagian material longsor memang telah digeser ke tepi jalan, namun kondisi ruas tersebut masih dinilai rawan untuk dilalui, khususnya oleh kendaraan roda empat dan truk.
Di titik kerusakan terparah, tepatnya di jembatan Sungai Aek Nabara, terlihat dua unit alat berat melakukan penimbunan kembali badan jalan yang jebol menggunakan material batu dan sirtu yang diambil dari aliran sungai. Proses perbaikan tersebut dilakukan dengan pengawalan personel TNI melalui Babinsa Marancar.
Saat ini, kendaraan roda dua mulai dapat melintas di lokasi tersebut dengan bantuan personel TNI dan masyarakat setempat.
Warga Desa Aek Nabara, Kecamatan Marancar, bermarga Hasibuan, mengatakan bencana terjadi pada 25 November 2025 dan alat berat baru mulai diturunkan ke lokasi pada Rabu, 31 Desember 2025.
“Selama ini kami terkurung. Kami bergotong royong bersama TNI dan Polri membersihkan material longsoran agar jalan ini minimal bisa dilalui sepeda motor,” ujar Hasibuan, Minggu (4/1/2026).
Sementara itu, Kepala UPTD Padangsidimpuan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Sumatera Utara, Daskur Dasopang, hingga berita ini diturunkan belum memberikan tanggapan saat dikonfirmasi melalui aplikasi WhatsApp terkait penanganan ruas jalan provinsi alternatif Sipirok–Batangtoru tersebut. (Subanta)


