![]() |
| PSMS Medan gagal membawa poin melawan Semen Padang dalam pertandingan di Stadion Patriot Candrabihaga Bekasi, Sabtu (17/10/2026) sore. (foto:Dok PSMS) |
Ayam Kinantan yang sudah berada di ambang kemenangan harus puas bermain imbang 1-1 dalam pertandingan di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Sabtu (17/10/2026) sore.
Drama terjadi pada masa tambahan waktu babak kedua. Ketika kemenangan PSMS seolah sudah di depan mata, Semen Padang justru mampu mencetak gol penyeimbang pada menit ke-90+15, hanya beberapa saat sebelum pertandingan berakhir.
Kedua tim tampil relatif berimbang sepanjang pertandingan. PSMS dan Semen Padang sama-sama berusaha mencari celah untuk mencetak gol, tetapi rapatnya pertahanan membuat kebuntuan bertahan hingga waktu normal berakhir.
PSMS akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-90+5 melalui Javier Siverio. Striker asal Spanyol tersebut menunjukkan insting tajam di depan gawang dengan memanfaatkan bola muntah hasil sepakan M Zaki Alim yang membentur mistar.
Bola pantulan itu langsung disambut tandukan Siverio. Kiper Semen Padang, Ikram Algiffari, tidak mampu mengantisipasi bola yang meluncur ke dalam gawangnya.
Namun, gol ke-10 Javier bersama PSMS tersebut sempat menunggu pengesahan setelah wasit Thoriq Alkatiri melakukan peninjauan dan berkomunikasi dengan tim VAR selama beberapa menit. Setelah proses pemeriksaan selesai, gol PSMS dinyatakan sah.
Keunggulan itu seharusnya menjadi modal bagi PSMS untuk mengamankan tiga poin. Akan tetapi, situasi pertandingan berubah ketika Semen Padang kehilangan Ikram Algiffari yang mengalami cedera dan harus meninggalkan lapangan. Karena pergantian pemain tidak lagi dapat dilakukan, Kabau Sirah terpaksa melanjutkan pertandingan dengan 10 pemain.
Alih-alih mempertahankan keunggulan, PSMS justru kecolongan. Pada menit ke-90+14, Ari Maring yang berada bebas di luar kotak penalti melepaskan tandukan spekulatif ke arah gawang. Bola meluncur masuk setelah gagal dihalau kiper PSMS, M Natshir.
Gol tersebut membuyarkan harapan Ayam Kinantan membawa pulang kemenangan dalam derbi Sumatera. Skor 1-1 pun bertahan hingga pertandingan berakhir.
Pelatih PSMS Medan, Eko Purdjianto, tidak menyembunyikan kekecewaannya terhadap hasil tersebut. Ia menilai hilangnya konsentrasi pada menit-menit terakhir menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi.
“Kita sempat unggul, di menit akhir kita kebobolan. Sangat disayangkan, tapi inilah sepak bola,” kata Eko seusai pertandingan.
Ia menegaskan bahwa para pemain harus menjaga fokus sepanjang pertandingan, bukan hanya ketika sedang mengejar gol atau mempertahankan keunggulan.
“Kita tanamkan ke pemain harus fokus sepanjang pertandingan sampai menit terakhir. Ke depannya akan kita perbaiki untuk menghadapi PSIS Semarang,” ujarnya.
Eko juga menyoroti situasi menjelang gol penyama kedudukan. Menurutnya, pertandingan sempat terhenti cukup lama ketika terjadi insiden yang melibatkan kiper Semen Padang.
“Gol terjadi saat insiden kiper cedera. Tadi pemain saat insiden pertandingan sempat berhenti lama. Makanya, di awal pertandingan itu saya selalu beritahu ke pemain bahwa harus fokus dari menit awal sampai akhir,” jelasnya.
Bek PSMS, Azis Hutagalung, turut menyampaikan kekecewaan atas hasil yang diraih timnya. Meski demikian, ia tetap mengapresiasi perjuangan rekan-rekannya sepanjang pertandingan.
“Kami mengapresiasi semua teman-teman yang berjuang dari awal hingga akhir pertandingan. Tadi kita hampir menang, tapi inilah sepak bola, menit terakhir yang menentukan,” ujar Azis.
Ia berharap hasil imbang tersebut menjadi pelajaran penting agar PSMS tidak kembali kehilangan poin akibat kelengahan pada penghujung laga.
“Pertandingan ini tentunya jadi pembelajaran bagi kami agar lebih fokus lagi dari awal sampai akhir pertandingan,” tambahnya.
Tambahan satu poin tak membuat PSMS Medan beranjak dari peringkat ketiga klasemen sementara dengan total 11 poin. Hasil pertandingan lainnya bakal memengaruhi posisi The Killer pada pekan keenam Pegadaian Championship 2026/2027 tersebut.(tan)


