![]() |
| Seorang remaja bersama sejumlah barang bukti narkoba diamankan tim gabungan Satnarkoba Polrestabes Medan. (foto/ist) |
Dalam penggerebekan tersebut, petugas mengamankan seorang pria berinisial DW (19) serta menyita empat paket sabu yang diduga siap edar, tujuh paket ganja, puluhan alat isap sabu atau bong, dan timbangan elektrik.
Kasatresnarkoba Polrestabes Medan AKBP Rafli Yusuf Nugraha mengatakan, penggerebekan dilakukan setelah tim gabungan menerima informasi bahwa aktivitas jual beli narkoba kembali terjadi di lokasi yang sebelumnya telah masuk dalam pemantauan petugas.
Menindaklanjuti informasi tersebut, tim gabungan bergerak ke lokasi dan melakukan penggerebekan. Namun, sejumlah orang yang berada di tempat itu diduga melarikan diri dengan melompat ke sungai saat mengetahui kedatangan petugas.
“Seorang yang kami amankan diduga sebagai pengguna atau pemakai. Sejumlah pelaku melompat ke sungai begitu melihat kedatangan kami,” ujar Rafli, Senin (19/10/2026).
Menurut Rafli, akses menuju lokasi menjadi salah satu kendala dalam operasi tersebut. Gang yang berada di ujung permukiman itu memiliki jalan sempit dan hanya dapat dilalui sepeda motor, sehingga menyulitkan petugas saat melakukan penggerebekan.
Setelah mengamankan barang bukti, petugas menghancurkan dan membakar lapak yang ditemukan di lokasi. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah tempat itu kembali digunakan sebagai lokasi aktivitas narkoba.
“Sesuai komitmen kami, seluruh lapak yang ada kami bumihanguskan. Tempat ini akan kembali menjadi pantauan kami, dan penggerebekan serupa akan kami lakukan jika praktik serupa kembali ditemukan,” tegasnya.
Rafli menambahkan, pemberantasan narkoba membutuhkan dukungan masyarakat. Karena itu, Polrestabes Medan bersama unsur terkait mengajak warga setempat untuk berperan aktif memberikan informasi apabila mengetahui adanya dugaan penyalahgunaan maupun peredaran narkotika.
Ia menegaskan, upaya pemberantasan narkoba tidak hanya berfokus pada penindakan, tetapi juga pemulihan bagi pengguna serta pemutusan mata rantai peredaran yang melibatkan bandar.
“Komitmen kami jelas dalam memberantas narkoba: pulihkan para pengguna, putus mata rantai bandar narkoba, dan polisi bersama masyarakat,” pungkasnya.(ari)


