Wow! Anggaran Puskesmas Laut Tador Batu Bara Tembus Rp14 Miliar, Rampung Desember?

Sebarkan:
Areal pertapakan Puskesmas Laut Tador di Desa Mekar Sari, Batu Bara. (foto:mm/zein)
BATU BARA — Pemerintah Kabupaten Batu Bara melalui Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) mengalokasikan anggaran sekitar Rp14 miliar yang bersumber dari dana TKD untuk relokasi dan peningkatan fungsi Puskesmas Laut Tador di Desa Mekar Sari, Kecamatan Laut Tador.

Anggaran tersebut terdiri atas sekitar Rp5 miliar untuk pekerjaan fisik dan Rp9 miliar untuk pengadaan mebel, alat kesehatan (alkes), serta komponen pengeluaran lainnya sesuai perencanaan kegiatan. Rincian penggunaan anggaran perlu merujuk pada dokumen resmi pengadaan dan pelaksanaan proyek.

Kepala Dinas Kesehatan PPKB Batu Bara, Dedi Siagian, menyampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan tersebut ditangani oleh pejabat yang telah ditetapkan sesuai kewenangannya. Dalam struktur pelaksanaan, Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan, Bonar Siahaan, disebut bertugas sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Bonar diketahui baru dilantik pada Selasa (13/10/2026).

Berdasarkan informasi dalam portal Rencana Umum Pengadaan (RUP) Kabupaten Batu Bara, paket kegiatan tersebut tercantum dengan nama Relokasi dan Peningkatan Fungsi Puskesmas Laut Tador, dengan alokasi pekerjaan fisik sekitar Rp5 miliar.

Selain pembangunan fisik, pengadaan lahan juga dialokasikan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Batu Bara. Anggaran pengadaan tanah disebut mencapai Rp460 juta pada tahap pertama dan Rp120 juta pada tahap kedua melalui Perubahan APBD (P-APBD), sehingga totalnya sekitar Rp580 juta. Lahan yang disiapkan memiliki luas lebih dari 2.000 meter persegi.

Secara terpisah, Bonar Siahaan membenarkan bahwa dirinya menangani tugas KPA dan PPK dalam kegiatan tersebut saat dikonfirmasi Medanmerdeka.com. Ia menyebut pelaksanaan pekerjaan fisik dipercayakan kepada CC Ridho Pratama.

Menurut Bonar, pekerjaan dijadwalkan berlangsung mulai 28 September hingga 29 Desember 2026. Ketika ditanya mengenai kemungkinan penyelesaian sesuai jadwal, ia berharap pekerjaan dapat dirampungkan tepat waktu, meskipun kondisi cuaca pada musim hujan menjadi salah satu kendala di lapangan.

Target penyelesaian tersebut menjadi perhatian mengingat waktu pelaksanaan yang tersisa relatif terbatas. Pemantauan progres pekerjaan, kesesuaian spesifikasi, serta realisasi anggaran menjadi hal penting untuk memastikan pembangunan fasilitas kesehatan itu berjalan sesuai ketentuan.(zein)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini

 
Desain: indotema.com