Tahun 2023, Prevalensi Stunting Sibolga Diharapkan di Bawah 10 Persen

Sebarkan:
Wakil Wali Kota Sibolga, Pantas M Panggabean, memberikan arahan di Rembuk Stunting Kecamatan di Kantor Kecamatan. (foto:mm/ist)
SIBOLGA (MM) – Wakil Wali Kota Sibolga, Pantas M Lumban Tobing, berharap prevalensi stunting di Kota Sibolga turun di bawah 10% 2023. 

Selain itu juga diharapkan keberlangsungan program dan berbagai rencana percepatan stunting berjalan dengan baik, tepat sasaran, dan sesuai data.

"Pada 2021, prevalensi stunting di Kota Sibolga tercatat 25,8%, turun menjadi 14,5% pada 2022. Saya harap prevalensi stunting 2023 turun di bawah 10%, kalau boleh delapan atau sembilan,” harap Pantas, dalam arahannya saat membuka "Rembuk Stunting" Kecamatan di Kantor Kecamatan Sibolga Selatan, Senin (19/6/2023).

Menurut Pantas yang juga bertindak sebagai Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) di Kota Sibolga ini, percepatan penurunan stunting merupakan program prioritas pemerintah saat ini agar anak-anak Indonesia dapat tumbuh dan berkembang secara optimal dan maksimal. 

"Sehingga, rembuk stunting ini merupakan langkah penting untuk memastikan pelaksanaan rencana kegiatan intervensi pencegahan dan penurunan stunting secara bersama-sama antar organisasi perangkat daerah (OPD) penanggung jawab layanan masyarakat,” tukasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas (Kadis) PPKB Sibolga, Richard M Pangaribuan, selaku ketua panitia dalam laporannya juga menyampaikan hal yang sama. 

Rembuk stunting diakui bertujuan agar masyarakat secara bersama-sama melakukan konfirmasi, sinkronisasi, dan sinergisme hasil analisis situasi stunting di Kota Sibolga.

Rembuk stunting itu sendiri diisi narasumber dari Bappeda, Dinas Kesehatan (Dinkes), dan PPKB. Diikuti oleh OPD penanggung jawab, camat dan lurah, kepala puskesmas, babinsa, bhabinkamtibmas, TP PKK Kecamatan dan Kelurahan, PLKB kecamatan, kepala lingkungan (Kepling), tokoh agama, dan tokoh masyarakat. (jhonny simatupang) 

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini

 
Desain: indotema.com