![]() |
| Peringatan Hari Santri Nasional di halaman kantor Bupati Simalungun, Kamis (22/10/2027). (foto/ist) |
Upacara dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Simalungun, Mixnon Andreas Simamora, yang bertindak sebagai inspektur upacara mewakili Bupati Simalungun. Sementara itu, Fahri Aprillio Malau, santri Pondok Pesantren Modern Al-Kautsar Panei Tongah, bertugas sebagai komandan upacara.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, pengibaran Bendera Merah Putih, mengheningkan cipta, pembacaan teks Pancasila, serta Pembukaan UUD 1945 oleh Rizky Adivael Faqih. Selanjutnya, Rafi Dwi Nanda membacakan ikrar santri, sedangkan doa dipimpin Ketua MUI Simalungun, Ustaz Ikhwanudin Nasution, Lc.
Dalam sambutan Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, yang dibacakan Mixnon Andreas Simamora, ditegaskan bahwa Hari Santri menjadi momentum untuk mengenang perjuangan ulama dan santri dalam merebut serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Semangat tersebut berakar pada Resolusi Jihad yang dicetuskan Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945, yang mendorong umat Islam turut berjuang mempertahankan kemerdekaan bangsa.
Menteri Agama menegaskan, santri tidak hanya berperan menjaga nilai-nilai keagamaan, tetapi juga memiliki kontribusi penting dalam pembangunan nasional. Karena itu, santri diharapkan mampu menguasai ilmu agama, ilmu pengetahuan, dan teknologi tanpa meninggalkan tradisi pesantren serta nilai-nilai keislaman.
“Bangsa yang kuat membutuhkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga jujur, berintegritas, dan memiliki kepedulian terhadap sesama. Jadilah santri yang membawa manfaat bagi keluarga, masyarakat, bangsa, dan kemanusiaan,” demikian pesan Menteri Agama.
Ia juga mendorong pesantren mengoptimalkan tiga fungsi utama, yakni pendidikan untuk melahirkan generasi berakhlak mulia, dakwah untuk menyebarkan nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin, serta pemberdayaan masyarakat guna mendorong kemandirian ekonomi dan sosial.
Ketiga fungsi tersebut diharapkan memperkuat peran pesantren dalam pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045 tanpa kehilangan jati diri.
Sekda Simalungun Mixnon Andreas Simamora turut mengingatkan para santri agar memadukan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan pembentukan karakter.
“Penuhilah diri dengan ilmu dan teknologi, namun jangan lupakan akhlak serta nilai-nilai agama, karena hal itu menjadi modal utama untuk membangun negeri ke depannya,” pesannya.
Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Simalungun, Sugiarto, mengapresiasi pelaksanaan peringatan Hari Santri tersebut. Ia berharap santri, ulama, dan tokoh agama terus berkontribusi dalam membangun karakter generasi muda, terutama dalam menghadapi pengaruh negatif media sosial dan ancaman penyalahgunaan narkoba.
Ia juga berharap kontribusi pesantren dan generasi muda dapat mendukung agenda pembangunan nasional melalui program Asta Cita Presiden RI menuju Indonesia Emas 2045.
Melalui peringatan Hari Santri 2026, Pemkab Simalungun berharap pesantren dan santri semakin berperan dalam memperkuat karakter generasi muda, meningkatkan kualitas pendidikan, serta mendorong kemandirian masyarakat. Penguatan literasi keuangan juga diharapkan memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan yang aman dan sesuai kebutuhan.(tan)


