![]() |
| AS secara resmi keluar dari Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO). Kondisi ini membuat badan PBB tersebut kehilangan salah satu penyumbang dana terbesarnya. (Foto: Getty Images) |
Presiden AS Donald Trump telah menandatangani perintah eksekutif yang menandai penarikan diri tersebut pada 21 Januari 2025, karena menilai WHO terlalu berpihak pada China selama pandemi Covid-19.
Dilansir BBC, Jumat (23/1/2026), Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS menyatakan keputusan itu diambil karena dugaan “salah kelola” WHO dalam menangani pandemi, ketidakmampuan untuk melakukan reformasi, serta pengaruh politik dari negara-negara anggota.
WHO telah menolak tuduhan tersebut. Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengatakan bahwa penarikan diri AS merupakan kerugian bagi Amerika Serikat dan dunia. WHO menyoroti upaya globalnya dalam memerangi polio, HIV/AIDS, menurunkan angka kematian ibu, serta perjanjian internasional pengendalian tembakau.
Pasca pandemi, negara-negara anggota WHO bekerja menyusun perjanjian pandemi internasional yang dirancang untuk mencegah, mempersiapkan, dan merespons pandemi di masa depan, termasuk pembagian vaksin dan obat-obatan secara lebih adil.Perjanjian tersebut akhirnya disepakati pada April tahun lalu oleh seluruh negara anggota WHO, kecuali Amerika Serikat.
Washington secara tradisional merupakan salah satu donor terbesar WHO, namun belum membayar iuran untuk tahun 2024 dan 2025. Kondisi ini telah menyebabkan pemutusan hubungan kerja dalam jumlah besar di organisasi tersebut.
Meski para pengacara WHO menyatakan AS berkewajiban membayar tunggakan yang diperkirakan mencapai USD260 juta, Washington menyebut tidak melihat alasan untuk melakukannya.
Pemerintah AS menyatakan seluruh pendanaan pemerintah AS untuk WHO telah dihentikan. Personel dan kontraktor AS telah ditarik dari kantor pusat WHO di Jenewa, Swiss, serta dari kantor-kantor WHO di seluruh dunia. Ratusan kerja sama AS dengan WHO juga telah ditangguhkan atau dihentikan.
“WHO telah menodai dan merusak semua yang telah dilakukan Amerika untuk organisasi itu,” bunyi pernyataan bersama Menteri Kesehatan AS Robert F Kennedy dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio.
Keduanya menilai WHO telah meninggalkan misi utamanya dan berulang kali bertindak bertentangan dengan kepentingan AS, termasuk gagal mengembalikan bendera Amerika yang berada di kantor pusat WHO di Jenewa.
“Ke depan, keterlibatan AS dengan WHO akan dibatasi secara ketat hanya untuk melaksanakan penarikan diri dan untuk melindungi kesehatan serta keselamatan rakyat Amerika,” tambah mereka.
Departemen AS menyebut pihaknya akan menjalin hubungan bilateral dengan negara-negara lain untuk memastikan pengawasan penyakit dan pertukaran patogen, namun tidak dapat memberikan informasi tentang negara mana saja yang telah menjalin kerja sama tersebut sejauh ini.
Menanggapi pertanyaan mengenai upaya global memerangi polio atau HIV, para pejabat mengatakan AS akan bermitra dengan “LSM dan kelompok berbasis keagamaan” untuk melanjutkan pekerjaan tersebut, namun belum bisa merinci kemitraan apa pun yang telah terbentuk.
Ketika ditanya apakah AS akan tetap berpartisipasi dalam pertukaran informasi dan pengembangan vaksin flu global tahunan, para pejabat mengaku belum yakin.
Setelah Trump menandatangani perintah penarikan diri di awal masa jabatan keduanya, WHO menyatakan harapannya agar AS mempertimbangkan kembali keputusan tersebut.
“WHO dan Amerika Serikat telah menyelamatkan tak terhitung nyawa dan melindungi warga Amerika serta seluruh umat manusia dari ancaman kesehatan,” sebut WHO.
Peninjauan kembali keputusan itu, kata WHO, akan memberikan “manfaat bagi kesehatan dan kesejahteraan jutaan orang di seluruh dunia”.
WHO menyatakan pada Jumat ini bahwa penarikan diri AS akan menjadi agenda dalam rapat dewan mendatang yang dijadwalkan berlangsung pada 2–7 Februari. WHO mengatakan sekretariatnya akan bertindak sesuai dengan arahan dari badan pengelola organisasi.
Diketahui, Donald Trump telah menandatangani perintah eksekutif untuk memulai proses penarikan AS dari WHO tak lama setelah ia menjabat presiden pada Januari 2025.
“Wah, ini keputusan besar,” ujar presiden AS yang baru dilantik itu saat menyetujui dokumen tersebut setelah kembali ke Gedung Putih. Penandatanganan ini merupakan salah satu dari puluhan tindakan eksekutif yang ia lakukan pada hari pertama menjabat.
Trump sebelumnya mengkritik cara badan internasional tersebut menangani Covid-19 yang berasal dari Wuhan, China, serta krisis kesehatan global lainnya. Trump menilai WHO terlalu “China-sentris” dalam menangani pandemi Covid-19 dan menuduh organisasi tersebut bias terhadap China dalam penerbitan panduan selama wabah.
Di bawah pemerintahan Joe Biden, AS tetap menjadi penyandang dana terbesar WHO. Pada 2023, kontribusi AS hampir mencapai seperlima dari total anggaran WHO. Adapun anggaran tahunan WHO mencapai USD6,8 miliar. (mm/era)


