![]() |
| Petugas Imigrasi Medan berhasil menangkap eks Kepala BNI 46 Aek Nabara di Bandara Kualanamu. (Foto : Imigrasi Medan). |
Langkah ini sejalan dengan program akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam memperkuat sinergi antar instansi penegak hukum serta menjaga kedaulatan negara.
Dua Warga Negara Indonesia berinisial AHF laki-laki (42) dan CR, perempuan (43) terdeteksi oleh tim Passenger Analysis Unit (PAU) masuk dalam daftar pencegahan yang diajukan oleh instansi penegak hukum ketika akan berangkat dari bandara Kuala Lumpur,
Malaysia menuju Kualanamu Medan, sehingga tim imigrasi Kualanamu sudah bersiap saat pesawat Malaysia Airlines dengan nomor penerbangan MH860 tiba di bandara pada tanggal 30 Maret 2026.
Kemudian setelah dilakukan pemeriksaan, keduanya diketahui benar masuk dalam daftar pencegahan yang diajukan oleh instansi penegak hukum.
Pencegahan terhadap AHF dan CR berkaitan dengan dugaan tindak pidana perbankan, pemalsuan surat, dan/atau penggelapan sebagaimana informasi yang diterima dari Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sumatera Utara, dalam kasus penggelapan dana Jemaat Gereja Katolik Paroki Aek Nabara, Labuhanbatu.
Kasus ini dilaporkan pada 26 Februari 2026 oleh pimpinan Cabang BNI Rantau Prapat, Muhammad Camel, dengan nomor laporan LP/B/327/II/2026.
Namun, saat dipanggil untuk pemeriksaan, tersangka diketahui telah berada di luar daerah dan kemudian melarikan diri ke luar negeri.
Menindaklanjuti hal tersebut, petugas Imigrasi segera mengamankan yang bersangkutan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut sesuai prosedur yang berlaku.
Selanjutnya, kedua WNI tersebut diserahkan kepada pihak Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sumatera Utara untuk penanganan lebih lanjut.
Proses penyerahan dilakukan setelah koordinasi intensif antara petugas Imigrasi dan aparat penegak hukum guna memastikan kelancaran dan kepastian hukum dalam penanganan kasus tersebut.
Kepala Kantor Imigrasi Medan, Uray Avian mengatakan, pihaknya memastikan setiap individu yang terindikasi dalam daftar pencegahan ditindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku.
Koordinasi yang cepat dan tepat dengan aparat penegak hukum menjadi kunci dalam mendukung proses penegakan hukum secara optimal di Indonesia.
"Anggota kami di TPI Kualanamu telah bekerja keras terutama tim PAU atau Passenger Analysis Unit yang telah mendeteksi calon penumpang yang akan tiba sehingga ketika pesawat landing tim sudah bersiap dengan kedatangan DPO tersebut dan anggota menunjukkan komitmen serta integritas dalam melaksanakan tugas di TPI Kualanamu," paparnya.
Dengan langkah ini, Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Medan menunjukkan peran aktif dalam menjaga keamanan dan ketertiban. (dicky)


