![]() |
| Choking Susilo Sakeh. |
RAMADHAN pun berlalu.Bagi para kepala daerah yang selama setahun cuma bisa melaksanakan fungsi seremonial semata -- contoh nyatanya adalah Walikota Medan Rico Wa’as -- maka, Ramadhan sesungguhnya adalah bulan yang berkahnya sangat diharapkan. Sebab, banyak program bagi-bagi yang dilaksanakan pada bulan Ramadhan.
Semisal Safari Ramadhan, buka puasa bersama, bansos, bantuan rumah ibadah dan seterusnya. Sumber dana program bagi-bagi di Pemko Medan, tentulah uang yang dikumpulkan dari berbagai pajak dan retribusi warga Medan. Dan sebahagian diantaranya, dibagi-bagikan kepada warga Medan dalam berbagai bentuk kegiatan di setiap bulan Ramadhan.
Cobalah bayangkan : selama sebulan penuh, Walikota Medan Rico Wa’as keliling kesana-kemari membagi-bagi bantuan, sekaligus berkesempatan untuk tetap memperlihatkan ketrampilannya beromon-omon. Paket acara seremonial bagi-bagi bantuan ini, pastilah ‘sangat memuaskan’ bagi seorang Rico Wa’as. Sebab, itu memang sangat sesuai dengan “setelan” (baca : kemampuan berdasarkan spesifikasi) yang telah diperlihatkan Rico Wa’as selama setahun menjadi Walikota Medan.
Karenanya, wajarlah jika dari berbagi kegiatan Ramadhan tersebut diharapkan bisa membawa berkah bagi Rico Wa’as. Berkah pertama, diharapkan bisa menjadi sarana pencitraan, bahwa Rico Wa’as adalah Walikota Medan yang dermawan. Terlepas, bahwa sumber dana berbagai bantuan Ramadhan tersebut, bukanlah duit pribadi Rico Wa’as. Melainkan berasal dari duit warga Kota Medan.
Berkah berikutnya, kegiatan Ramadhan ini diharapkan dapat menjadi sarana bagi Rico Wa’as untuk mendapatkan pendukung baru. Sebagaimana diketahui, Rico Wa’as adalah Walikota Medan yang dipilih oleh cuma sebanyak 297.498 pemilih, atau perolehan suara terendah sepanjang sejarah Pilkada Medan.
Jika perolehan suara itu dibandingkan dengan DPT (Daftar Pemilih Tetap) saat itu, maka pemilih Medan yang memilih Rico Wa’as cumalah 16,53 persen. Atau jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Kota Medan saat itu, maka warga Kota Medan yang memilih Rico cumalah 11,97 persen. Sebuah fakta tentang rendahnya tingkat legitimasi seorang Walikota Medan, sepanjang sejarah Pilkada Medan.
Dan berkah terkhusus yang paling diharapkan dari program Ramadhan tersebut, adalah bagaimana berbagai bantuan Ramadhan itu mampu menutupi ketidakmampuan Rico Wa’as selama setahun menjadi Walikota Medan.
Aku tidak tau persis, apakah berbagai harapan dari berkah Ramadhan itu, kemudian benar-benar bisa diraih oleh Rico Wa’as. Yang pasti, Ramadhan kini telah berlalu…
Setelan Awal…
Karenanya, kini tibalah saatnya Rico Wa’as “kembali ke setelan awal”-nya. Dan -- sebagaimana yang difahami oleh para warga Medan dari kinerja Rico Wa’as selama setahun menjadi Walikota Medan -- setelan awal Rico Wa’as adalah : Walikota Medan yang bisanya cuma melaksanakan fungsi seremonial semata. Dan kinerja terburuk Rico Wa’as sepanjang setahun masa jabatannya, adalah saat dia menerbitkan surat edaran tentang babi yang hingga kini masih memunculkan dampak negatif di masyarakat.
Dengan kinerja Rico Wa’as yang sedemikian tersebut, maka warga Medan tak usah berharap banyak kepada Rico Wa’as selama empat tahun sisa masa jabatannya sebagai Walikota Medan hingga ke tahun 2029 kelak.
Berbagai masalah yang ada di Kota Medan selama ini : jalanan yang macet, begal dan tawuran khususnya di Kawasan Belawan, parkir yang semrawut, badan jalan yang rusak, tumpukan dan serakan sampah, relatif rendahnya tingkat pelayanan maupun lemahnya kordinasi antar aparat pemerintahan, tak adanya kejelasan tentang masih terbengkalainya beberapa proyek Walikota Medan sebelumnya, banjir yang belum juga dapat dikendalikan, dan seterusnya dan seterusnya, mestilah tetap dibayangkan akan tetap menjadi masalah hingga di akhir masa jabatan Rico Wa’as.
Khusus kepada sebanyak 88,03 persen warga Medan yang tidak memilih Rico Wa’as pada Pilkada Medan 2024 lalu, kiranya bisa menjadi warga Medan yang budiman. Dalam artian, pasrah menerima kenyataan tentang kinerja Rico Wa’as yang sedemikian itu. Sedangkan kepada sebanyak 11,97 persen warga Medan pemilih Rico Wa’as, semoga mendapat manfaat dari sosok yang dipilihnya tersebut.
Kalaupun kemudian ada warga Medan yang tak ikhlas jika Rico Wa’as kembali ke setelan awalnya, maka teruslah berisik sembari berdo’a : semoga Ramadhan benar-benar memberi berkah kepada Rico Wa’as sehingga dia berubah menjadi sosok Walikota Medan yang rendah hati, mau belajar, dan tidak menganggap bahwa jabatan Walikota Medan adalah segala-galanya.
Ahai, apakah Rico Wa’as tetap kembali ke setelan awalnya, atau dia mau berbenah setelah mendengarkan suara berisik warga yang menginginkan Kota Medan menjadi lebih baik, tentunya sangat berpulang kepada Rico Wa’as sendiri.
Mangkanya…
------------------------------------
*Penulis: Choking Susilo Sakeh, Jurnalis Senior, lahir dan menetap di Medan.


