![]() |
| Wakil Wali Kota Medan H. Zakiyuddin Harahap. (foto/ist) |
Peninjauan turut diikuti pertemuan bersama Satuan Kerja (Satker) Pelaksanaan Prasarana Strategis Sumatera Utara dan perwakilan Direktorat Jenderal Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum.
Zakiyuddin menegaskan pembangunan Sekolah Rakyat merupakan program prioritas yang harus diselesaikan tepat waktu. Ia meminta seluruh pihak terkait bergerak cepat dan bekerja secara terintegrasi.
“Ini harus dipercepat karena menjadi tugas utama kita. Besok pihak PU bersama camat dan lurah akan turun langsung mengecek kondisi drainase,” ujar Zakiyuddin.
Ia juga menyoroti pentingnya infrastruktur pendukung, seperti drainase dan penerangan jalan. Menurutnya, fasilitas tersebut menjadi syarat utama kelayakan lingkungan pendidikan. “Tidak layak jalan tanpa drainase. Begitu juga lampu penerangan harus segera dipasang,” tegasnya.
Selain itu, Zakiyuddin menginstruksikan agar seluruh pekerjaan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan instansi terkait, seperti PDAM dan PLN, guna menghindari pembongkaran ulang infrastruktur yang telah selesai dikerjakan.
“Kita tidak ingin jalan yang sudah diaspal dibongkar lagi untuk pemasangan pipa atau kabel. Ini tidak efisien dan merugikan,” jelasnya.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah kota, pengembang, dan instansi terkait agar pekerjaan, mulai dari drainase, pengaspalan jalan hingga pemasangan utilitas, dapat diselesaikan secara bersamaan. “Lebih baik dikerjakan bersama, sehingga hasilnya rapi dan tidak ada pekerjaan berulang,” tambahnya.
Zakiyuddin berharap pembangunan Sekolah Rakyat ini dapat menjadi contoh sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam merealisasikan program strategis di bidang pendidikan. Ia juga meminta segera dilakukan rapat koordinasi lanjutan untuk memastikan proyek berjalan sesuai target.
Sementara itu, perwakilan Direktorat Jenderal Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum, Eva, menyebut progres pembangunan Sekolah Rakyat di Medan tergolong signifikan dibanding daerah lain secara nasional.
“Medan diharapkan menjadi tolok ukur nasional. Saat ini progres pembangunan sudah mencapai sekitar 28 persen, dengan 13 bangunan telah menyelesaikan struktur utama,” ujarnya.
Ia menambahkan, dengan sisa waktu sekitar 92 hari menuju target 30 Juni 2026, pihaknya optimistis pembangunan dapat diselesaikan tepat waktu dan mulai beroperasi pada 30 Juli 2026.
Meski demikian, Eva mengakui masih terdapat sejumlah kendala di lapangan, terutama terkait kesiapan infrastruktur lingkungan seperti drainase, jalan, dan penerangan yang perlu segera dibenahi. “Lingkungan sekitar harus segera dilengkapi agar memenuhi standar kelayakan,” pungkasnya. (tan)


