![]() |
| Kapal perang buatan Italia, KRI Prabu Siliwangi-321, telah tiba di Indonesia. (Foto: Dok TNI AL) |
"Ya, betul, KRI Prabu Siliwangi-321 telah tiba di Tanah Air, saat ini sedang bersandar di Dermaga Panjang, Lampung untuk bekal ulang pelayaran," ujar Kepala Dinas Penerangan TNI AL (Kadispenal) Laksamana TNI Tunggul, Senin (23/3/2026).
Tunggul menjelaskan, KRI Prabu Siliwangi-321 akan bertolak dari Lampung menuju Jakarta pada Kamis (26/3) untuk mengikuti prosesi penyambutan kapal.
"Persiapan acara penyambutan di Jakarta tanggal 26 Maret 2026 yang nantinya akan memperkuat jajaran Komando Armada Republik Indonesia," jelas Tunggul.
KRI Prabu Siliwangi-321 telah berlayar dari Italia sejak beberapa waktu lalu. KRI Prabu Siliwangi-321 dikomandani Kolonel Laut (P) Kurniawan Koes Atmadja. KRI Prabu Siliwangi-321 sempat melaksanakan port visit di Port Louis, Mauritius pada Kamis (12/3), dalam rangka pelayaran pperasi penyeberangan menuju Indonesia.
Prajurit KRI Prabu Siliwangi-321 harus menggelar Shalat Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah saat berlayar menuju Tanah Air, karena masih berada di Samudera Hindia pada Sabtu (21/3/2026).
Untuk diketahui, KRI Prabu Siliwangi-321 merupakan buatan galangan kapal asal Italia, Fincantieri. Kapal perah ini sebelumnya telah diserahterimakan pada 22 Desember 2025. Serah terima saat itu dihadiri langsung oleh Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali di galangan kapal Fincantieri, Muggiano, Italia.
KRI ini memiliki spesifikasi yang hampir sama dengan KRI Brawijaya-321 yang sebelumnya diproduksi Fincantieri l dan sudah berada di Koarmada II.
KRI Prabu Siliwangi-321 merupakan kapal perang terbesar dan termutakhir yang dimiliki Indonesia saat ini. Kapal ini dilengkapi teknologi modern, sistem persenjataan canggih, serta memiliki kemampuan tempur dan manuver tinggi.
Kapal patroli lepas pantai ini memiliki panjang 143 m dan kecepatan maksimal 32 knot. Kapal yang dapat menampung 171 awak ini merupakan kapal fregat yang memiliki kemampuan peperangan anti udara atau anti air warfare (AAW) dengan desain yang menitikberatkan fleksibilitas, modularitas dan skalabilitas desain kapal.
Kemampuan itu memungkinkan kapal dikonfigurasi untuk memenuhi persyaratan teknis dan peran operasional untuk Angkatan Laut modern.
Kapal perang ini juga dilengkapi sistem navigasi modern dan combat system terintegrasi untuk kontrol mencakup combat management system (CMS), sensor, senjata, komunikasi dan navigasi sistem yang terhubung melalui jaringan kecepatan data tinggi. (era/mm)


