![]() |
| Suasana sidang paripurna Hari Jadi Kabupaten Simalungun di gedung DPRD. (foto/ist) |
Peringatan tahun ini mengusung tema “Penguatan Jati Diri Budaya Menuju Simalungun Maju dan Berdaya Saing”, sebagai wujud komitmen melestarikan sejarah dan budaya sekaligus mendorong kemajuan daerah di tengah tantangan globalisasi.
Rapat paripurna dipimpin Ketua DPRD Simalungun Sugiarto didampingi Wakil Ketua Samrin Girsang, Bonauli Rajaguguk, dan Juara Sipayung, serta dihadiri seluruh anggota DPRD.
Turut hadir Bupati Simalungun H. Anton Achmad Saragih, jajaran Forkopimda, Sekda Mixnon Andreas Simamora, para pejabat daerah, tokoh adat, tokoh agama, serta berbagai elemen masyarakat.
Ketua DPRD Simalungun Sugiarto menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi tantangan pembangunan yang semakin kompleks.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi aktif, menjaga kondusivitas daerah, serta memberikan dukungan dan masukan konstruktif demi kemajuan Simalungun.
“Keberagaman yang kita miliki adalah kekayaan yang harus dijaga bersama. Momentum hari jadi ini harus memperkuat persatuan dan kesatuan,” ujarnya.
Bupati Simalungun Anton Achmad Saragih menjelaskan bahwa tanggal 11 April ditetapkan sebagai Hari Jadi Simalungun berdasarkan catatan sejarah dalam naskah kuno.
Menurutnya, tanggal tersebut merujuk pada penulisan Laklak Simalungun tertua pada 11 April Tahun Saka 608 atau 686 Masehi.
Sementara itu, tahun 1833 dijadikan dasar perhitungan usia daerah karena menjadi tonggak terbentuknya Perserikatan Raja Maropat, yang menandai fase penting dalam sejarah Simalungun. “Dengan dasar itu, hari ini kita memperingati Hari Jadi ke-193 Kabupaten Simalungun,” jelas Bupati.
Bupati menegaskan bahwa peringatan hari jadi bukan hanya kegiatan seremonial, melainkan momentum untuk memperkuat hubungan antara generasi sekarang dengan warisan sejarah dan budaya.
Ia mengajak masyarakat menanamkan rasa cinta terhadap daerah melalui kerja keras, kerja ikhlas, dan kerja cerdas sesuai peran masing-masing. “Nilai-nilai luhur dari para leluhur harus tetap hidup dan menjadi pijakan dalam pembangunan daerah,” tegasnya.
Sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah, Pemkab Simalungun juga menggelar berbagai kegiatan, termasuk ziarah ke makam Raja Marpitu di sejumlah wilayah.
Puncak peringatan dijadwalkan berlangsung pada 18 April 2026 dengan berbagai kegiatan hiburan dan budaya. Dengan mengusung visi “Bersama Semangat Baru Simalungun Menuju Simalungun Maju”, pemerintah daerah menetapkan sejumlah misi strategis, mulai dari peningkatan pelayanan publik, pemberdayaan ekonomi masyarakat, hingga penguatan sinergi dengan pemerintah pusat dan daerah.
Peringatan Hari Jadi ke-193 ini diharapkan menjadi momentum memperkuat identitas budaya, meningkatkan persatuan, serta mendorong pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Simalungun.
Acara paripurna ditutup dengan pembacaan sejarah singkat Kabupaten Simalungun oleh Sekda, pemotongan kue, dan sesi foto bersama. (tan)


