![]() |
| Diduga Jejak kaki Harimau Sumatera saat dilakukan penelusuran, (Foto:mm/Abednego Manalu) |
Informasi yang dihimpun medanmerdeka.com, masyarakat pertama kali menemukan bekas telapak kaki harimau, Selasa (19/05/2026) di sekitar area persawahan Porlak Simbolon, Dusun III, Desa Sidagal, Kecamatan Siatasbarita, Kabupaten Tapanuli Utara.
Menindaklanjuti laporan masyarakat, Rabu (20/05/2026), tim gabungan dari SAR Provinsi Sumatera Utara turun langsung ke lokasi guna memastikan kebenaran informasi tersebut.
Dari hasil penelusuran awal, keberadaan harimau tersebut diperkirakan pertama kali muncul di wilayah Desa Simanampang.
Di sekitar lokasi, dua ekor kerbau milik warga diketahui menjadi mangsa, masing-masing milik Rico Tampubolon, warga Desa Simanampang, dan Bosen Panjaitan, warga Desa Sidagal.
Warga menduga awalnya harimau muncul di sekitar Jalan Tarutung yang berada dekat permukiman Desa Simanampang.
Karena lokasi tersebut ramai dilalui kendaraan, satwa liar itu diperkirakan berpindah ke wilayah Desa Sidagal yang berjarak sekitar satu kilometer dari permukiman warga.
Pada Kamis (21/05/2026), tim gabungan yang terdiri dari Seksi Konservasi Wilayah (SKW) IV Tarutung, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara, serta KPH XII melakukan penelusuran lanjutan di sejumlah titik yang diduga menjadi jalur lintasan harimau.
Dari hasil pencarian, sekitar 1,5 kilometer dari area persawahan Porlak Simbolon di Dusun III Desa Sidagal, tim menemukan kaki kerbau, tulang belulang, serta organ dalam kerbau yang diduga merupakan sisa mangsa harimau tersebut.
Tidak hanya di Siatasbarita, kemunculan jejak harimau juga dilaporkan berpindah ke wilayah Kecamatan Sipahutar, tepatnya di sekitar Onan Tukka pada pukul 05.00 WIB.
Dugaan itu diperkuat dengan ditemukannya bekas telapak kaki harimau yang berada tidak jauh dari permukiman warga.
Selanjutnya, satwa tersebut kembali diduga berpindah ke wilayah Desa Aek Nauli II dan Desa Aek Nauli IV. Di Desa Aek Nauli IV dan Aek Nauli II, jejak ditemukan pada titik koordinat N: 2,034477 E: 99,101410 sekitar pukul 08.00 WIB saat melintasi ladang milik warga.
Untuk mendukung proses pemantauan dan pencarian, petugas telah memasang dua unit CCTV di sekitar lokasi yang diduga menjadi lintasan satwa langka tersebut.
Dari hasil identifikasi sementara, ditemukan dua jenis ukuran jejak telapak kaki yang diduga milik Harimau Sumatera.
Jejak pertama memiliki lebar sekitar 14 centimeter dan panjang 15 centimeter yang diperkirakan merupakan harimau dewasa.
Sementara jejak kedua berukuran lebar 7 centimeter dan panjang 6 centimeter yang diduga berasal dari harimau anakan.
Masyarakat diimbau, bahwa foto-foto harimau yang beredar di media sosial dan diklaim sebagai dokumentasi terbaru di lokasi tersebut dipastikan tidak benar atau hoaks.
Masyarakat diminta tidak mudah percaya dan lebih bijak dalam menyebarkan informasi di media sosial.
Kepala Desa Sidagal, Horas Panjaitan, saat dihubungi Medanmerdeka.com mengimbau masyarakat agar tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan, khususnya warga yang beraktivitas di ladang maupun kawasan hutan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk sementara tidak beraktivitas sendirian di area perladangan atau hutan, terutama pada pagi dan malam hari. Jika menemukan jejak ataupun tanda keberadaan harimau, segera laporkan kepada aparat desa maupun petugas terkait dan jangan melakukan tindakan sendiri,” ujar Horas Panjaitan.
Senada dengan itu, Kepala Desa Simanampang, Ronald Simorangkir, meminta masyarakat tidak menyebarkan informasi yang belum dipastikan kebenarannya.
“Kami berharap masyarakat tetap tenang dan tidak menyebarkan foto ataupun informasi hoaks yang dapat menimbulkan kepanikan. Mari bersama-sama menjaga keselamatan dan mengikuti arahan dari petugas konservasi serta tim gabungan yang sedang melakukan pemantauan,” katanya. (Abednego Manalu)


