![]() |
| Ketua TP PKK Simalungun, Hj. Darmawati Anton Achmad Saragih. (foto/ist) |
Hal tersebut disampaikan Darmawati saat memimpin Sosialisasi Transformasi Posyandu Enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang dirangkaikan dengan Pembinaan Nagori Percontohan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Balai Harungguan Kantor Pangulu Mekar Sari Raya, Kecamatan Panei, Kabupaten Simalungun, Jumat (22/5/2026).
Menurut Darmawati, transformasi Posyandu merupakan upaya pemerintah mendekatkan pelayanan dasar kepada masyarakat agar lebih mudah diakses dan memberikan manfaat yang lebih luas.
“Posyandu sekarang bukan hanya melayani ibu hamil dan balita saja, tetapi sudah bertransformasi menjadi pelayanan enam siklus hidup, mulai dari ibu hamil, bayi, balita, usia sekolah, usia produktif hingga lansia. Inilah bentuk nyata hadirnya pelayanan yang lebih dekat dan lebih lengkap untuk masyarakat,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Darmawati juga mengingatkan para kader Posyandu agar terus memperbarui data dasawisma secara berkala. Menurutnya, data yang akurat menjadi dasar penting dalam memastikan seluruh masyarakat memperoleh layanan kesehatan secara merata.
Ia menegaskan, peran kader Posyandu sangat strategis dalam mendukung keberhasilan program kesehatan masyarakat di tingkat nagori maupun kecamatan.
“Semangat para kader adalah senyum Simalungun maju di masa depan. Terima kasih atas dedikasi dan pengabdian yang tulus untuk masyarakat,” katanya.
Selain membahas transformasi Posyandu, Darmawati menekankan pentingnya penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sebagai salah satu upaya utama dalam menciptakan keluarga sehat sekaligus mencegah stunting.
Menurutnya, kebiasaan sederhana seperti mencuci tangan menggunakan sabun, mengonsumsi air bersih, menjaga sanitasi lingkungan, serta menerapkan pola hidup sehat dapat memberikan dampak besar terhadap kualitas kesehatan masyarakat.
“Budaya hidup bersih dan sehat merupakan kunci penting dalam mencegah berbagai penyakit dan stunting. Saya berharap Nagori Mekar Sari Raya dapat menjadi nagori percontohan PHBS di Kecamatan Panei bahkan mewakili Kabupaten Simalungun,” ujarnya.
Kegiatan yang mengusung tema “Mendekatkan Layanan, Meningkatkan Kualitas Hidup Masyarakat” tersebut berlangsung dengan antusias dan diikuti kader Posyandu, tenaga kesehatan, perangkat nagori, serta berbagai unsur lintas sektoral.
Turut mendampingi Darmawati dalam kegiatan tersebut antara lain Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Simalungun Yulince Andreas Mixnon Simamora, Kepala Dinas PUPR Hotbinson Damanik, Kepala Dinas Sosial Osnidar Marpaung, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Tiarli Sinaga, serta perwakilan perangkat daerah lainnya.
Hadir pula Camat Panei Ronal Apriadi Saragih bersama Ketua TP PKK Kecamatan Panei yang memberikan dukungan terhadap pelaksanaan program transformasi Posyandu dan pembinaan PHBS.
Dalam sambutannya, Ronal menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemerintah Kabupaten Simalungun kepada masyarakat Kecamatan Panei, khususnya Nagori Mekar Sari Raya.
“Kegiatan ini menjadi motivasi besar bagi kami dan seluruh kader Posyandu untuk terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Kami siap menerima arahan dan pembinaan demi mewujudkan nagori percontohan yang lebih baik,” ujarnya.
Selain sosialisasi dan pembinaan, kegiatan juga diisi dengan pemaparan materi dari sejumlah perangkat daerah terkait yang dimoderatori Pembina Posyandu Kabupaten Simalungun, Lurinim Purba. Materi pembinaan disampaikan oleh Dinas PUPR, Dinas Sosial, Dinas Dukcapil, serta perangkat daerah lainnya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan pelayanan Posyandu di Kecamatan Panei, Tim Pembina Posyandu Kabupaten Simalungun menyerahkan bantuan berupa alat kesehatan, antara lain timbangan dan alat ukur tekanan darah (tensi).
Sementara itu, Dinas Pertanian Kabupaten Simalungun turut menyalurkan bantuan bibit sayuran kepada Nagori Mekar Sari Raya sebagai dukungan terhadap program ketahanan pangan dan pemenuhan gizi masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Simalungun berharap transformasi Posyandu dan penerapan PHBS dapat semakin meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat sekaligus mendukung percepatan penurunan angka stunting di daerah tersebut. (tan)


