Kunjungan tersebut diterima secara resmi oleh Pemerintah Kabupaten Sergai sebagai bagian dari upaya memperkuat kerja sama internasional di sektor pertanian, khususnya pengembangan sistem irigasi yang berperan penting dalam meningkatkan produktivitas pertanian dan ketahanan pangan.
Turut hadir dalam kegiatan itu Tenaga Ahli Menteri Pertanian Bidang Teknologi Inovasi Pengelolaan Irigasi, Ir. Hendri Sosiawan, CESA, perwakilan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera II, Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara, Kepala Dinas Pertanian Sergai Dedi Iskandar, unsur Muspika Kecamatan Teluk Mengkudu, Kepala Desa Pematang Setrak Rustian Handoko, serta pengurus Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air (GP3A) Berseri Desa Pematang Setrak.
Dalam kesempatan tersebut, Hendri Sosiawan menjelaskan bahwa kunjungan Tim RID Thailand merupakan bagian dari program pertukaran pengetahuan dan pengalaman mengenai pengelolaan pertanian serta sistem irigasi modern yang terus dikembangkan pemerintah.
Menurutnya, Desa Pematang Setrak dipilih karena dinilai memiliki potensi dan praktik pengelolaan pertanian yang baik sehingga layak menjadi contoh pengembangan pertanian modern di daerah.
“Transformasi pertanian dari sistem konvensional menuju pertanian modern menjadi fokus pemerintah saat ini. Yang terpenting adalah bagaimana kelembagaan menjadi lebih modern dalam mengelola sistem irigasi dan distribusi air untuk kebutuhan pertanian,” ujar Hendri.
Ia menambahkan, modernisasi pertanian tidak hanya berkaitan dengan penggunaan alat dan teknologi, tetapi juga penguatan kelembagaan petani dalam mengelola sumber daya air secara efektif dan berkelanjutan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Sergai, Dedi Iskandar, menyambut baik kunjungan Tim RID Thailand yang dinilai menjadi momentum penting untuk memperluas wawasan serta memperkuat kerja sama di bidang pertanian dan pengelolaan irigasi.
Menurut Dedi, keberadaan sistem irigasi yang baik menjadi faktor utama dalam menjaga produktivitas pertanian karena berkaitan langsung dengan ketersediaan air bagi lahan pertanian masyarakat.
“Melalui kegiatan ini kita dapat saling bertukar informasi mengenai tata kelola pertanian dan sistem irigasi. Mudah-mudahan pengalaman dan ilmu yang diperoleh dapat diterapkan untuk meningkatkan pelayanan irigasi bagi petani di Sergai,” katanya.
Dalam diskusi yang berlangsung, berbagai persoalan yang dihadapi petani turut dibahas, termasuk kondisi jaringan irigasi di Desa Pematang Setrak yang masih membutuhkan pengembangan dan peningkatan kualitas infrastruktur.
Ketua GP3A Berseri Desa Pematang Setrak, Parlan S, juga memaparkan berbagai capaian kelompok tani dalam mengelola sistem irigasi desa serta tantangan yang masih dihadapi di lapangan.
Ia berharap hasil studi banding tersebut dapat mendorong peningkatan kualitas jaringan irigasi sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah, kelompok tani, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung keberlanjutan sektor pertanian.
“Kolaborasi yang kuat antara pemerintah, petani, dan berbagai pihak terkait menjadi kunci untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah,” ujarnya.
Kunjungan Tim RID Thailand ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam mempererat kerja sama internasional sekaligus membuka peluang penerapan inovasi pengelolaan irigasi yang lebih modern bagi kemajuan sektor pertanian di Kabupaten Serdang Bedagai. (rasum)


