Warga Griya Palm Paniaran Kecewa, Jalan Rusak hingga Drainase Tersumbat Belum Tertangani

Sebarkan:
Penampakan Perumahan Griya Palm Paniaran ditumbuhi rumput liar dan akses jalan yang becek. (Foto:mm/Abednego Manalu)
TAPUT - Keluhan warga penghuni Perumahan Griya Palm Paniaran akhirnya memuncak. Buruknya kondisi fasilitas umum (fasum) di lingkungan perumahan tersebut dinilai sudah sangat memprihatinkan dan terkesan dibiarkan tanpa penanganan serius oleh pihak pengembang.

Sejumlah warga mengaku telah berulang kali menyampaikan protes kepada manajemen perumahan dalam tiga bulan terakhir. Namun hingga kini, berbagai persoalan yang dikeluhkan belum juga mendapat penyelesaian yang nyata.

Fasilitas yang paling disorot warga adalah akses jalan keluar masuk perumahan yang setiap hari dilalui penghuni. Kondisinya disebut rusak parah, berlumpur, becek, dan selalu digenangi air hingga menyerupai kubangan kerbau saat hujan turun.

“Ini sebenarnya sudah berlangsung lama. Bahkan sejak Januari lalu warga sudah menyampaikan protes ke pihak manajemen. Tapi sampai sekarang kondisinya tetap begitu saja. Wajar kalau warga kecewa, karena ini fasilitas umum yang seharusnya menjadi prioritas pengembang,” ujar salah seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Tak hanya jalan rusak, persoalan drainase juga menjadi sorotan. Warga menilai saluran air di lingkungan perumahan tidak pernah mendapat pemeliharaan rutin sehingga kerap tersumbat dan menyebabkan genangan di sejumlah titik.

Menurut warga, kondisi tersebut memperlihatkan minimnya perhatian pihak pengembang terhadap pengelolaan lingkungan hunian. Apalagi, informasi yang diterima warga menyebutkan bahwa pemeliharaan fasilitas umum dan drainase masih menjadi tanggung jawab developer.

Keluhan lain datang dari kondisi lingkungan perumahan yang dipenuhi rumput liar. Selain mengganggu estetika, keberadaan semak yang menjalar di sekitar area hunian dinilai mencerminkan buruknya perawatan kawasan perumahan.

“Rumput liar tumbuh di mana-mana, drainase tersumbat, jalan rusak. Seolah-olah tidak ada perawatan sama sekali,” ungkap warga lainnya.

Persoalan yang dianggap paling mengkhawatirkan adalah minimnya penerangan jalan. Warga mengaku area pintu masuk perumahan gelap gulita pada malam hari akibat tidak tersedianya lampu penerangan jalan, sehingga memicu rasa tidak aman bagi penghuni.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang dihimpun Medanmerdeka.com, fasilitas umum di Perumahan Griya Palm Paniaran hingga saat ini masih menjadi tanggung jawab developer atau pihak pengembang.

Hal tersebut diperkuat oleh pernyataan Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup Kabupaten Tapanuli Utara, Nokman Simanungkalit, saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Selasa (19/5/2026).

Ia menjelaskan bahwa hingga saat ini belum pernah dilakukan proses serah terima Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum (PSU) dari pihak pengembang kepada Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara.

“Untuk PSU tidak ada kaitannya dengan Dinas Perkim LH, karena belum ada proses serah terima PSU ke Kabupaten Taput,” ujarnya.

Di sisi lain, upaya konfirmasi kepada pihak pengelola perumahan juga menemui jalan buntu. Kantor yang disebut-sebut sebagai kantor pemasaran Griya Palm Paniaran di sekitar kawasan perumahan beberapa kali didatangi wartawan, namun selalu dalam kondisi tertutup rapat tanpa aktivitas, bahkan tanpa papan nama kantor. 

Sementara itu, Insani Manullang selaku manajer perumahan yang dihubungi melalui sambungan seluler hingga berita ini diterbitkan belum memberikan tanggapan.

Minimnya komunikasi dari pihak manajemen membuat warga semakin kecewa. Mereka berharap developer segera turun tangan dan tidak lagi mengabaikan keluhan yang sudah berlarut-larut.

Bagi warga, persoalan ini bukan sekadar soal estetika lingkungan, melainkan menyangkut kenyamanan, keamanan, dan kelayakan hunian yang setiap hari mereka tempati. (abednego manalu)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini

 
Desain: indotema.com