15 Kasus Influenza A Tercatat di Medan, Kenali Gejala yang Sering Dianggap Flu Biasa

Sebarkan:
Plt Kepala Dinkes Kota Medan, dr. Surya Syahputra Pulungan, M.Kes. (foto/ist)
MEDAN — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Medan meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran Influenza A menyusul adanya peningkatan kasus pada September 2026. Sepanjang Januari hingga September 2026, tercatat 15 kasus Influenza A dan tiga kasus Influenza B di Kota Medan, Sumatera Utara.

Plt Kepala Dinkes Kota Medan, dr. Surya Syahputra Pulungan, M.Kes, mengatakan peningkatan kasus tersebut menjadi perhatian pihaknya. 

Menurutnya, virus Influenza A memiliki karakteristik mudah menular dari satu orang ke orang lain dan menyerang sistem pernapasan. “Faktor penyebab Influenza A ini adalah virus Influenza A yang sangat mudah menyebar dari satu orang ke orang lain,” kata Surya, Kamis (1/10/2026).

Menindaklanjuti arahan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, Dinkes Medan memperkuat langkah antisipasi dengan meningkatkan kesiapsiagaan fasilitas pelayanan kesehatan. Surat kesiapsiagaan terkait Influenza A telah diterbitkan dan disosialisasikan kepada seluruh Puskesmas dan rumah sakit se-Kota Medan.

Surat tersebut menjadi pedoman kewaspadaan bagi fasilitas kesehatan dalam menghadapi masyarakat yang mengalami gejala influenza. Dinkes juga mendorong penyuluhan dan pergerakan masyarakat, termasuk melibatkan organisasi masyarakat potensial serta pemanfaatan kearifan lokal dalam upaya pencegahan Influenza A.

Selain itu, Puskesmas diminta melakukan skrining terhadap pasien dengan gejala demam lebih dari 38 derajat Celsius dan batuk, dengan onset gejala tidak lebih dari 10 hari. Skrining juga dilakukan terhadap pasien yang masuk rumah sakit dengan gejala serupa dan membutuhkan perawatan inap.

Surya mengatakan kelompok masyarakat yang perlu mendapat perhatian lebih meliputi lansia, warga dengan penyakit penyerta atau komorbid, serta pelaku perjalanan luar negeri. “Karena sangat gampang menyebar, jadi memang terkait virus ini harus benar-benar diantisipasi supaya penyebarannya dapat diantisipasi dengan berbagai cara,” ujarnya.

Di tingkat masyarakat, Dinkes Medan mengingatkan pentingnya menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Masyarakat dianjurkan rutin mencuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer, menerapkan etika batuk dan bersin, serta menggunakan masker apabila mengalami gejala seperti batuk atau pilek.

“Dengan menggunakan masker juga sebagai salah satu pilihan bila mengalami gejala pilek ataupun batuk,” jelas Surya.

Masyarakat juga diminta tidak mengabaikan gejala yang muncul. Jika mengalami demam, batuk, nyeri tenggorokan, pilek, perasaan lemah (malaise), maupun nyeri otot (myalgia), masyarakat dianjurkan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP), seperti Puskesmas.

Menurut Surya, gejala Influenza A pada tahap awal dapat menyerupai flu biasa sehingga pemeriksaan lebih dini diperlukan agar kondisi pasien dapat segera ditangani sesuai kebutuhan. 

“Segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan tingkat pertama seperti Puskesmas apabila mengalami gejala seperti demam, batuk, nyeri tenggorokan, pilek, ataupun perasaan lemah atau malaise, maupun nyeri-nyeri otot atau myalgia,” katanya.

Dinkes Medan mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan tanpa menimbulkan kepanikan. Penerapan PHBS, etika batuk dan bersin, penggunaan masker ketika mengalami gejala, serta pemeriksaan lebih awal di fasilitas kesehatan diharapkan dapat membantu menekan risiko penularan Influenza A di Kota Medan.(tan)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini

 
Desain: indotema.com