![]() |
| Menu MBG siswa SD Negeri di Limapuluh, Batu Bara. (foto/ist) |
Berdasarkan informasi yang dihimpun, menu MBG yang diterima siswa terdiri atas tiga potong lontong, ayam goreng yang dipotong dadu,sayur, kuah serta satu buah pisang.
Namun, lontong dalam wadah ompreng tersebut dilaporkan tidak dikonsumsi sebagian siswa. Sejumlah guru bahkan melakukan pemeriksaan terlebih dahulu sebelum makanan dibagikan kepada peserta didik.
Salah seorang siswa yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengaku enggan menyantap lontong tersebut karena kondisinya. "Kami tidak berani memakannya karena agak berbau. Lontongnya juga berair dan seperti berlendir," ungkap siswa tersebut.
Keterangan serupa disampaikan seorang guru di salah satu sekolah. Ia membenarkan adanya lontong yang kondisinya dikhawatirkan oleh sejumlah siswa. Karena itu, pihak sekolah melakukan pemeriksaan sebelum makanan diberikan kepada anak-anak.
Guru tersebut menyebutkan bahwa pasokan MBG untuk kedua sekolah yang berdekatan itu berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terdekat.
Ia berharap penyedia makanan lebih memperhatikan kualitas bahan pangan, proses pengolahan, kebersihan, dan kelayakan makanan sebelum didistribusikan ke sekolah.
Menurutnya, kondisi makanan yang diragukan kelayakannya membuat guru khawatir untuk menyajikannya kepada siswa. Evaluasi terhadap menu dan kualitas makanan juga dinilai penting agar tujuan pemenuhan gizi anak melalui program MBG dapat tercapai.
Hingga berita ini ditulis, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak SPPG terkait keluhan tersebut. Upaya konfirmasi masih diperlukan untuk mengetahui kondisi makanan, proses pengolahan, serta langkah evaluasi yang akan dilakukan. (zein)


