Judol Gerus Ekonomi Warga Batu Bara, Warung Sepi hingga Utang Pinjol Membengkak

Sebarkan:

Ilustrasi judol/net.
BATU BARA – Maraknya judi online (judol) mulai menimbulkan dampak serius terhadap kehidupan ekonomi masyarakat Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara. 

Uang yang seharusnya berputar di pasar, warung kelontong, dan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) justru tersedot ke aktivitas perjudian digital yang diduga melibatkan jaringan transaksi lintas negara.

Pantauan Medanmerdeka.com di sejumlah wilayah Kabupaten Batu Bara, termasuk Kecamatan Lima Puluh, menemukan keluhan sejumlah pemilik warung kelontong yang mengaku mengalami penurunan omzet dalam enam bulan terakhir.

Seorang pemilik warung di Kelurahan Lima Puluh Kota, yang meminta identitasnya dirahasiakan, mengungkapkan perubahan pola belanja masyarakat. Sebagian pelanggan kini lebih sering berutang dengan alasan mengalami kekalahan bermain judi online.

"Orang belanja sekarang banyak ngutang. Alasannya kalah main slot. Padahal dulu, setiap musim panen sawit, warung ramai," ujarnya.

Dampak judol tidak berhenti pada penurunan daya beli. Sejumlah warga bahkan disebut terjerat pinjaman online (pinjol) untuk menutup kerugian akibat perjudian. Nilai utangnya dilaporkan mencapai Rp15 juta.

"Awalnya coba Rp20 ribu, menang Rp200 ribu. Besoknya kalah, lalu penasaran dan terus bermain," ungkap sumber tersebut menggambarkan pola yang dialami pemain judol.

Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran karena uang masyarakat yang semestinya digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan menggerakkan ekonomi lokal justru berisiko habis untuk aktivitas perjudian.

Dampak sosialnya pun tidak kalah mengkhawatirkan. Sejumlah kasus penggelapan dana koperasi, pencurian hasil sawit, hingga kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) disebut berkaitan dengan persoalan judi online. Namun, keterkaitan setiap kasus tetap memerlukan pembuktian berdasarkan hasil penyelidikan.

Jika tidak ditangani secara serius, judol berpotensi memperburuk kondisi ekonomi keluarga, meningkatkan beban utang, serta melemahkan daya beli masyarakat.(zein)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini

 
Desain: indotema.com