Sriatik Ibu 4 Anak Asal Batubara Akhirnya Meninggal Dunia Menyusul Suaminya

Sebarkan:

Sriatik (42) semasa dalam perawatan di rumah sakit. (foto/ist)
MEDAN - Suryati atau yang kerap disapa Sriatik (42) warga  Desa Titi Merah, Kecamatan Limapuluh Pesisir, Kabupaten Batubara, dikabarkan meninggal dunia dalam perawatan di ruangan ICU RSUP H.Adam Malik Medan. Janda empat anak ini hanya beberapa jam dirawat, Minggu malam.

"Bibik kami tidak terselamatkan lagi bang, dia menyusul suaminya yang lebih dulu meninggal dunia," kata Supri, keponakan almarhum kepada wartawan di Medan.

Dijelaskan Supri, almarhum bibinya meninggal dunia beberapa jam dirawat setelah sebelumnya dirujuk dari RS Harapan Pematangsiantar. Sebelumnya pasein dirawat di ruangan isolasi Rindu A lantai III kamar 3.1. Karena kondisinya memburuk, tim dokter meminta persetujuan keluarga untuk merawat pasien di ruangan ICU.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Sriatik (42) ibu empat anak warga Desa Titi Merah, Kecamatan Limapuluh Pesisir, Kabupaten Batubara, terbaring tak berdaya di tempat tidur RSUP H. Amalik Malik Medan. Sesekali tangannya bergerak, sedangkan dimulutnya terdapat alat bantu pernafasan, Minggu (6/2/2022).

Salah seorang keluarganya, Supri menceritakan kalau bibinya mengalami pembengkakan di bahu, kaki dan punggung, pasca menjalani vaksinasi di kantor Desa Pematang Panjang, pada 21 Desember 2021, pukul 10.00 WIB.

Adik Sriatik, Suhaeni menambahkan jika adiknya menjalani vaksinasi karena ingin melaksanakan umroh ke tanah suci. "Ketika diajak perangkat desa, adiku sudah bilang jika dia ada riwayat sakit gula. Namun kata mereka akan ditanyakan langsung ke tim medis yang melakukan vaksinasi," kata Suhaeni.

Selanjutnya tim medis di lokasi vaksinasi melakukan pemeriksaan tensi dan chek darah. "Di lokasi tersebut tim medis menyatakan jika kakak saya bisa dilakukan vaksinasi. Mendengar keputusan ini, kakak saya menjadi senang karena akan berangkat umroh," ujar Suhaeni didampingi sejumlah keluarga.

Pasca menjalani vaksinasi, janda empat anak tersebut kembali beraktivitas menggarap lahan pertanian miliknya. Dua hari berselang, Sriatik mengalami menggigil hebat dan hari ketiga aktivitasnya hanya terbaring di atas ranjang.

"Hari ketiga kakak saya sudah gak bisa apa-apa. Dia hanya bisa terbaring. Badannya demam tinggi dan menggigil. Kami panggil perawat untuk mengobatinya, tapi karena parah kami bawa ke klinik," terangnya.

Karena kondisinya memburuk, Sriatik kemudian diopanes di RSUD Batubara selama tiga hari dan dirujuk ke RS Harapan di Kota Pematangsiantar selama 1 hari dan akhirnya dirujuk ke RSUP H. Adam Malik Medan pada Sabtu (5/2/2022).

"Kondisinya sudah kritis di ruangan ICU, dan akan melakukan cuci darah," kata Suhaeni, dengan nada parau dan mata berkaca-kaca menahan tangis.

Suhaeni dan Supri berharap Pemkab Batubara memberikan perhatian serius untuk pengobatan kakak dan bibiknya. (red/alvin/mm)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini