Turunkan Angka Fatalitas Korban Kecelakaan, Jasa Raharja Edukasi Masyarakat untuk PPGD

Sebarkan:

Kakorlantas Polri Irjen Pol. Firman Santyabudi didampingi Direktur Utama PT Jasa Raharja Rivan Purwantono membuka kegiatan PPGD bagi korban kecelakaan di Pulau Lombok, NTB. (foto/ist)
MATARAM -  Kecelakaan lalu lintas masih menjadi salah satu penyebab meninggal dunia terbesar di Indonesia bahkan di dunia. Derdasarkan data setiap tahunnya puluhan ribu nyawa melayang sia-sia di jalan.

Keterbatasan pengetahuan masyarakat dalam memberikan pertolongan pertama kepada korban kecelakaan lalu lintas sangat berdampak kepada tingkat fatalitas dari korban itu sendiri. Sehingga tingkat fatalitas korban kecelakaan tidak hanya karena kasusnya saja, tapi juga disebabkan kesalahan pada saat penanganan awal bagi korban.

Kondisi ini menjadi perhatian semua unsur, baik emerintah melalui Instansi terkait maupun seluruh lapisan masyarakat. 

Menyikapi kondisi ini, PT Jasa Raharja selaku BUMN bertugas memberikan jaminan dasar kecelakaan penumpang dan lalu lintas jalan tergugah dan memiliki tanggungjawab moral untuk mengantisipasi dengan menggelar Pelatihan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) bagi masyarakat.

Kegiatan Jumat kemarin, PPGD digelar di aula Kantor Cabang PT Jasa Raharja, Pulau Lompok, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), dibuka langsung Kakorlantas Polri Irjen Pol. Firman Santyabudi, dan Direktur Utama PT Jasa Raharja Rivan Purwantono didampingi Direktur Operasional Dewi A. Suzana dan Kepala Divisi Pelayanan Haryo  Pamungkas serta Kepala Cabang NTB Emil F. Latief.

“PPGD merupakan kegiatan edukasi dengan tujuan utama memberikan keterampilan  pemberian pertolongan pertama dalam kondisi gawat darurat, khususnya kecelakaan  lalu lintas. Pelatihan ini diharapkan dapat menekan tingkat fatalitas korban kecelakaan lalu lintas," kata Direktur Utama PT Jasa Raharja Rivan Purwantono.

Dijelaskan Rivan, kegiatan PPGD melibatkan semua unsur dari masyarakat yang, terdiri atas masyarakat  yang tinggal di sekitar blackspot area, perwakilan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Kota Mataram, perwakilan pengemudi ojek online (Ojol), dan perwakilan mahasiswa yang diwakili oleh mahasiswa dari Universitas Mataram (Unram) dan  Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram.

“Kami berharap melalui kegiatan ini, semakin banyak masyarakat yang memiliki keterampilan yang cukup untuk memberikan pertolongan pertama pada korban kecelakaan lalu lintas. Berdasarkan data kami, tingkat keberhasilan perawatan pada  korban kecelakaan, sangat bergantung pada penanganan pertama, ujarnya. 

Untuk itu, PT Jasa Raharja berharap, pelatihan bisa menambah jumlah masyarakat yang memiliki keterampilan dalam pemberian pertolongan pertama, sehingga tingkat fatalitas pada korban  kecelakaan lalu lintas dapat ditekan.

PPGD juga turut melibatkan Tim Public Safety Center 119 (PSC 119) Unit Kegawatdaruratan Kota Mataram sebagai instruktur. PSC 119 merupakan pusat koordinasi layanan kegawatdaruratan yang tersedia di level Provinsi dan kabupaten/kota.

“Dalam acara ini kami juga memberikan perlengkapan P3K (Pertolongan Pertama pada Kecelakaan) dan Rompi Relawan Jasa Raharja untuk dapat dimanfaatkan oleh masing- masing peserta. 

Dan semoga dengan keterampilan dan perlengkapan pendukung yang didapatkan dalam pelatihan ini dapat bermanfaat, sehingga nantinya mereka dapat memberikan pertolongan pertama dengan benar saat menemui korban kecelakaan,” kata Rivan. (arie/mm)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini