Bupati Zahir Targetkan Batubara Pusat Pengelolaan Cabai Terintegrasi

Sebarkan:

 

Bupati Zahir berbicara di kantor Kementerian Koperasi dan UMKM RI di Jakarta. (foto/ist)
BATUBARA (MM) - Bupati Batubara Ir.H.Zahir MAP, melakukan uadiensi dengan Kementeriam Koperasi dan UMKM RI, di Jakarta. Zahir manargetkan, Batubara tidak sebatas sebagai sentra cabai, namun menjadi tempat pengelolaan cabai terintegrasi di Sumut.

Ikut mendampingi Bupati Zahir, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Drs. Sahala, MM, Kepala Bapelitbangda Abdu Zahrul, S.Sos. M.Si, Kepala BPKD, Ir. H. Hakim, M.Si, Kadis Koperasi dan UKM, Arif Hanafiah, S.STP, Staf Khusus Bupati Batu Bara Bidang Lingkungan dan Sumber Daya Alam, Sdr. Muhammad M. Banapon.

Rombongan Bupati diterima dan disambut Sekretaris Menteri Koperasi dan UKM RI, Arif Rahman Hakim, Kepala Biro KTI Budi Mustopo, Sekretaris Deputi Bidang Perkoperasian Devi Rimayanti, Asdep Fasilitasi Hukum dan Konsultasi Usaha Eviyanti dan Asisten Deputi Kawasan dan Rantai Pasok Ari Anindia Kementerian Koperasi dan UKM RI.

Bupati Zahir mengatakan, kehadirannya berttujuan untuk percepatan program pengelolaan terpadu UMKM bersama klaster cabai merah di Desa Lubuk Cuik, Kecamatan Lima Puluh Pesisir.

Hal tersebut berdasarkan usulan program pengelolaan Terpadu UMKM dan dalam rangka meningkatkan kualitas kelembagaan, kompetensi SDM, produksi dan puroduktivitas usaha, memperluas akses dan jangkauan pemasaran produk, akses pemanfaatan teknologi dan informasi, serta perluasan kerjasama oleh Koperasi dan UKM Batubara, yang sangat membutuhkan keberadaan pengelolaan terpadu KUMKM yang diprogramkan Kementerian Koperasi dan UKM RI.

Pada tahun 2022, komoditas cabai merah menjadi salah satu produk andalan di Kabupaten Batu Bara dengan luas panen 1.017,75 Ha. Berdasarkan luasan tersebut pada tahun 2021, Kabupaten Batu Bara mempunyai produksi cabai merah sebesar 15.654,80 Ton/tahun. 

Pemasaran hasil panen cabai biasanya dilakukan secara tradisonal dan seluruh cabai merah langsung dijual dalam bentuk cabai segar kepada agen dan pedagang. 

Untuk meningkatkan hasil produksi perlu didukung dengan penanganan pasca panen berupa alat pembuatan pasta cabai di Batubara. Diharapkan alat tersebut mampu mempercepat proses penanganan pasca panen yang efektif dan efisien, serta untuk meningkatkan pendapatan para petani cabai merah guna mewujudkan petani yang mandiri.

Melalui audiensi yang dilakukan oleh Bupati Zahir, maka Batubara bukan saja menjadi sentral pertanian cabai namun juga sebagai tempat pengolahan cabai yang terintegrasi. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk menjadikan Batubara sebagai salah satu Kabupaten tujuan investasi. 

Hal ini sejalan dengan misi Bupati Zahir untuk mewujudkan industri berbasis sumber daya unggulan Batubara, agar menjadikan masyarakat Batu bara yang sejahtera, mandiri dan berbudaya. (zainuddin zein)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini