Dampak Kenaikan PPN - BBM, Tiga Kota di Pantai Barat Inflasi

Sebarkan:

Selain kenaikan PPN, kenaikan harga BBM dinilai memicu inflasi tiga daerah di Sumut periode April lalu. (foto/dok)
SIBOLGA (MM) - Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Sibolga mencatat tiga kota di wilayah Pantai Barat Sumatera Utara (Sumut), mengalami inflasi pada April 2022. 

Kepala KPw BI Sibolga, Aswin Kosotali, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (12/5/2022) mengatakan, berdasarkan hasil pemantauan BI Sibolga, inflasi di tiga kota itu dipicu oleh naiknya harga komoditas pada kelompok transportasi, perumahan dan bahan bakar rumah tangga.

Kenaikan itu dipicu oleh berbagai faktor, seperti kenaikan tarif pajak pertambahan nilai (PPN), dan juga meningkatnya harga bahan bakar minyak (BBM) terutama Pertamax di tengah meningkatnya permintaan di bulan suci Ramadan 1443H.

"Sementara, komoditas pada kelompok makanan dan minuman cenderung mengalami penurunan harga seiring dengan terjaganya stok komoditas tersebut di pasaran," kata Aswin.

Ketiga kota di pantai barat Sumut yang mengalami inflasi itu, yakni Sibolga sebesar 0,38 persen, Padangsidimpuan 0,78 persen dan Gunungsitoli 0,22 persen.

Komoditas yang menjadi andil inflasi di Sibolga, adalah rokok kretek filter 0,345 persen, mie 0,152 persen dan minyak goreng 0,151 persen. 

Sementara andil inflasi di Padangsidempuan, yakni minyak goreng 0,313 persen, kontrak rumah 0,183 persen dan rokok kretek filter 0,111 persen.

Sedangkan andil inflasi di Gunungsitoli, didominasi oleh angkutan udara sebesar 0,171 persen, disusul bahan bakar rumah tangga 0,129 persen dan ikan tongkol 0,106 persen.

"Sementara, komoditas yang mengalami penurunan harga dan memiliki andil deflasi di Sibolga, antara lain cabai merah sebesar -0,517 persen, tomat -0,244 persen dan ikan tongkol -0,241 persen," beber Aswin. 

Begitu pula di Padangsidimpuan, sambung Aswin, cabai merah memiliki andil deflasi -0,198 persen, tomat -0,108 persen dan telepon seluler -0,037 persen.

Sedangkan di Gunungsitoli, di antaranya cabai merah sebesar -0,318 persen, minyak goreng -0,238 persen dan ikan asin teri -0,148 persen.

“Jika dihitung kurun Januari-April 2022, maka tingkat inflasi di Sibolga tercatat sebesar 2,65 persen (ytd), sedangkan secara tahunan atau year on year (yoy), inflasi Sibolga pada April 2022 meningkat sebesar 4,45 persen. Untuk Padangsidimpuan sebesar 3,20 persen (ytd) dan 4,60 persen (yoy). Sedangkan Gunungsitoli sebesar 1,98 persen (ytd) dan 2,98 persen (yoy)," pungkas Aswin. (Jhonny Simatupang)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini