Stafsus Menkumham Ajak Generasi Muda Menjadi Perekat

Sebarkan:
Staf Khusus Menteri Hukum dan HAM, Bane Raja Manalu. (foto/ist)
PEMATANGSIANTAR (MM) - Staf Khusus Menteri Hukum dan HAM, Bane Raja Manalu mengajak generasi muda bangsa Indonesia menjadi perekat Pancasila. 

Hal itu dikatakannya saat menjadi pemateri dalam diskusi publik bertajuk Soekarno dan Pancasila yang digelar DPC PDI Perjuangan Kota Pematangsiantar di 2D Point Cafe Jalan Farel Pasaribu, Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara, Selasa (31/5/2022).

"Pancasila, kata Bane adalah perekat Indonesia. Apa yang harus dibuat generasi muda bangsa ini menjadi perekat Pancasila? Bukan kemudian menghakimi orang lain," katanya. 

"Indonesia lahir dari keberagaman. Hal itu yang selalu disampaikan Bung Karno. Itu juga yang disampaikan Bu Megawati Soekarno Putri. Saya yakin, bahkan peserta yang hadir yang diantaranya adalah mahasiswa adalah lokomotif perubahan. Generasi pemersatu bangsa," sambungnya.

Alumni SMA Negeri 3 Siantar itu menuturkan, Indonesia tetap ada karena keberagaman. Gotong royong adalah ciri khas Indonesia. Dari gotong royong akan lahir keadilan sosial. Dengan gotong royong juga akan melahirkan generasi muda yang bertalenta. 

"Maka dari itu, toleransi bukan memaksakan kehendak kita kepada orang lain. Harapan saya ke depan nilai toleransi di Siantar Simalungun semakin meningkat. Di mana saat ini kita ketahui rangking toleransi di Siantar menurun," paparnya. 

Menurutnya, implementasi Pancasila adalah perbuatan yang bisa dilakukan dan bermanfaat bagi banyak orang. Mendistribusikan yang dimiliki untuk bermanfaat bagi orang lain. Gotong royong itu saling bekerjasama.

"Mari kita saling menjaga keberagaman. Jaga toleransi. Tingkatkan sosial dan gotong royong. Kalau kita merasa kena pukul itu sakit, jangan pukul orang. Kalau kita tahu berkhianat itu sakit, jangan mengkhianati orang. Kalau kita tahu tak enak dikata-katai, maka jangan kata-katai orang," pesannya.

Turut sebagai narasumber, Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Siantar Suandi Sinaga, Pengamat politik dan tokoh masyarakat Kristian Silitonga. Seminar tersebut juga dihadiri generasi muda Siantar-Simalungun, mahasiswa Siantar-Simalungun, LSM dan insan pers. (mm/joenainggolan).

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini