![]() |
| Kades Pantai Labu Samsul Bahri (kiri) dan Ketua TP PKK Lisa Hayati (kanan) bersama tim medis puskesmas bersama keluarga pasien. (foto/istimewa) |
"Tadi siang saya mendapat laporan dari Kepala Dusun tentang warga yang sakit tapi tidak mau di bawa berobat ke rumah sakit. Sore menjelang magrib saya langsung ke rumah warga tersebut. Setelah melihat kondisinya, maka menurut saya harus segera mendapat perawatan, saya langsung menelpon Kapus (Kepala Puskesmas) Kec. Pantai Labu untuk berkordinasi,” ungkap Lisa, Sabtu (10/6/2023).
Malam itu juga, Lisa bersama Kadus dan Tim Puskesmas berkordinasi lalu diputuskan untuk memberikan perawatan kepada Rukiyah (56). Untuk tiba di rumah Rukiyah tidaklah mudah, apalagi situasi malam hari.
Dengan menggunakan sepeda motor, Ketua TP PKK Pantai Labu ini menembus kegelapan malam menyusuri bantaran sungai menyambangi rumah sederhana Rukiyah yang menumpang di pertapakan lahan warga di Dusun 3 Desa Pantai Labu Pekan.
Setelah dilakukan pemeriksaan, petugas medis langsung membersihkan luka di tubuh Rukiyah, sekaligus memberikan obat-obatan yang dibutuhkan.
Lisa menjelaskan, menurut informasi kelurga, sekitar satu bulan ini Rukiyah menderita sakit berupa keluarnya cairan seperti nanah dari bekas operasi usai lebaran beberapa bulan lalu.
Pasca operasi, Rukiyah sempat dua kali di bawa ke rumah sakit untuk kontrol namun entah kenapa sekarang dia gak mau lagi berobat. Katanya takut tambah sakit. Makanya keluarga dan anaknya gak bisa berbuat apa-apa. Walau pun sedih dan bingung, mereka cuma bisa pasrah.
Namun bagi saya, tidak ada kata pasrah. Kita harus tetap berusaha makanya saya langsung berkordinasi dengan Kapus.
"Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Beni L Bukit, Kepala Puskesmas yang sudah bergerak cepat membantu warga kami yang sakit dengan langsung menurunkan tim kesehatan dari puskesmas,” ujar Lisa.
Lisa berharap Rukiyah mau di bawa ke rumah sakit untuk menjalankan proses penyembuhan yang lebih intensif dan segera sembuh dari sakitnya. (hay)


