Sebelum Gantung Diri, Remaja 17 Tahun di Asahan Tulis Surat ‘Mamak Aku Pigi Maafkan Aku’

Sebarkan:
Korban HS (17) disemayamkan di rumah duka. (foto:mm/ist)
ASAHAN (MM) - Seorang remaja berinisial HS (17), warga Dusun IV, Desa Ledong Timur, Kecamatan Aek Ledong, Kabupaten Asahan, nekat mengakhiri hidup dengan cara gantung diri di pohon Damuli, Kamis petang kemarin.

Informasi diperoleh dari kepolisian, selama ini dia dan adiknya kerap bertengkar layaknya kak beradik. Terakhir kakaknya Feti Vera memarahi adiknya HS karena sering minta uang. Setelah betengkar, HS keluar rumah. 

Feti tak menaruh curiga.Namun karena sudah beberapa hari tak pulang, keluarga sibuk mencari ke rumah sanak saudara dan warga sekitar. “Sore tadi kami mendapat kabar kalau ada orang gantung diri. Kami kesana, ternyata yang gantung diri adik saya HS,” kata Feti, menangis.

Kapolsek Pulau Raja AKP M Harahap mengatakn, dari hasil pemeriksaan luar oleh dokter Puskesmas Aek Ledong, dr. Citra Dewi tidak ditemukan adanya luka adanya luka penganiayaan.

Namun dari hasil pemeriksaan di kamar korban, ditemukan catatan tulisan tangan. Ternyata HS sebelum mengakhiri hidup sempat menulis surat untuk keluarganya.

"Mamak aku pigi maaf aku jadi beban, maaf semua Bagi siapapun yang Nemu ini berarti aku mati, Selamat Semua Maaf aku jadi beban,aku Uda gagal dalam hidup ,aku milih mati karena capek nangis tiap malam karena aku gagal dalam semua urusan. Selamat Tinggal Jangan Nanges,” tulis HS. (zein)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini

 
Desain: indotema.com