![]() |
| Misman Hadi dari WGAB Sumut memberikan keterangan kepada media terkait kekosongan biosolar di sejumlah SPBU di Serdang Bedagai, Kamis (7/8/2025). (foto:mm/rasum) |
Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa biosolar tidak tersedia di SPBU Desa Kota Galuh, Desa Sei Sijenggi, dan Desa Firdaus. Akibatnya, banyak petani yang terpaksa pulang dengan tangan kosong karena tidak mendapatkan solar untuk alat pertaniannya. Hingga kini, belum ada informasi resmi terkait penyebab terhentinya pasokan di SPBU-SPBU tersebut.
Menanggapi situasi ini, perwakilan Wadah Generasi Anak Bangsa (WGAB) Sumatera Utara, Misman Hadi, SH, menyayangkan kekosongan biosolar yang terjadi di tengah masa panen.
“Kami sangat menyayangkan kondisi ini, apalagi saat ini Serdang Bedagai memasuki masa panen, di mana kebutuhan solar sangat tinggi. Selama ini, distribusi biosolar di SPBU-SPBU tersebut berjalan lancar,” ujar Misman Hadi kepada media, Kamis (7/8/2025).
Ia menegaskan, jika kondisi ini terus berlanjut, dapat mengganggu produktivitas pertanian dan berdampak terhadap ketahanan pangan di daerah.
“Pihak Pertamina perlu menjelaskan ke mana penyaluran biosolar dialihkan. Karena kekosongan ini jelas merugikan petani dan pelaku usaha,” tambahnya.
Misman juga mendorong pemerintah daerah dan instansi terkait segera menindaklanjuti keluhan masyarakat serta menjamin ketersediaan solar di SPBU yang terdampak.(rasum)


