![]() |
| Sekda Pasbar, Doddy San Ismail menggunting pita pada peresmian Festival Ramadan. (foto/ist) |
Program ini ditujukan untuk mendorong perputaran ekonomi masyarakat sekaligus menghadirkan sentra kuliner yang tertib, bersih, dan nyaman selama bulan suci.
Peresmian dilakukan Sekretaris Daerah (Sekda) Pasaman Barat, Doddy San Ismail, yang menyebut penataan kawasan perkantoran menjadi pusat jajanan Ramadan merupakan langkah strategis pemerintah daerah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan.
Menurutnya, lokasi tersebut disulap menjadi sentra kuliner dan takjil agar memudahkan masyarakat memperoleh kebutuhan berbuka puasa, sekaligus meningkatkan pendapatan pedagang lokal.
“Kami ingin pelaku UMKM merasakan peningkatan omzet. Dengan tempat yang bersih dan tertata, masyarakat lebih nyaman berbelanja. Kami juga mengajak ASN dan karyawan swasta mendukung UMKM lokal dengan berbelanja di sini,” ujarnya.
Ia menambahkan, festival ini tidak hanya berfungsi sebagai pusat aktivitas ekonomi, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi warga selama Ramadan.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Pasaman Barat, Agusli, menjelaskan area yang telah disiapkan mampu menampung hingga 250 pedagang dengan beragam menu, mulai dari aneka takjil, minuman segar, hingga makanan khas daerah.
“Jam operasional dimulai pukul 15.30 WIB sampai 23.00 WIB. Warga bisa membeli takjil menjelang berbuka maupun menikmati kuliner malam setelah tarawih,” jelasnya.
Untuk mengantisipasi kemacetan, pemerintah daerah juga menyiapkan pengaturan parkir dan rekayasa arus kendaraan di sekitar lokasi.
“Kami pastikan area parkir tertata agar lalu lintas tetap lancar sehingga pengunjung merasa aman dan pedagang dapat berjualan dengan nyaman,” tambah Agusli.
Pembukaan Festival Ramadan turut dihadiri sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sebagai bentuk dukungan lintas sektor dalam memperkuat UMKM dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal selama Ramadan. (doni setiawan)


