Warga Korban Banjir Bandang dan Longsor di Tapsel Rayakan Idul Fitri 2026 di Huntara, Harap Bisa Kembali Bertani

Sebarkan:

Warga Korban Banjir Bandang dan Longsor di Tapsel Rayakan Idul Fitri 2026 di Huntara, Harap Bisa Kembali Bertani. (foto/ist)

TAPANULI SELATAN – Ratusan warga dari dua desa terdampak bencana di Kabupaten Tapanuli Selatan akhirnya dapat merayakan Idul Fitri 1447 Hijriah di hunian sementara (huntara) yang layak, setelah sebelumnya kehilangan tempat tinggal akibat banjir bandang dan pergeseran tanah.

Warga Desa Garoga yang terdampak banjir bandang serta warga Desa Tandihat yang mengalami amblas akibat pergerakan tanah kini menempati huntara di Desa Aek Pining, Kecamatan Batangtoru.

Sebanyak 188 kepala keluarga dari Desa Garoga dan 245 kepala keluarga dari Desa Tandihat merayakan Lebaran dalam suasana sederhana, namun penuh rasa syukur karena tidak lagi berada di tenda pengungsian.

“Alhamdulillah kami bisa berkumpul bersama keluarga, baik yang dekat maupun yang mudik ke sini. Walaupun sederhana, kami tetap bersyukur,” ujar Supriyanto Hasibuan, salah seorang warga, Minggu (22/3/2026).

Pantauan di lokasi menunjukkan huntara yang dibangun untuk korban bencana cukup layak huni. Terdapat sekitar 245 unit rumah tipe kopel yang dilengkapi berbagai fasilitas seperti dapur umum, musala, kamar mandi/WC, lapangan olahraga, serta area bermain anak.

Selain itu, kawasan permukiman juga telah didukung infrastruktur jalan rabat beton dan drainase, sehingga lingkungan terlihat rapi dan tertata.

Meski masih diliputi suasana haru, terutama bagi warga yang kehilangan rumah dan lahan, aktivitas di huntara mulai menggambarkan kehidupan yang berangsur pulih. Anak-anak terlihat bermain dan bersepeda, sementara para ibu bercengkerama dengan tetangga.

Namun demikian, harapan untuk kembali menjalani kehidupan normal masih menjadi keinginan utama para warga, terutama terkait mata pencaharian.

Mayoritas warga merupakan petani yang kini kehilangan lahan produktif akibat tertimbun material banjir. “Kami berharap sawah dan kebun bisa kembali ditanami. Tapi kami belum tahu bagaimana caranya, apakah lahan kami masih bisa diolah atau tidak,” ungkap Saiful, warga Desa Garoga.

Warga berharap adanya pendampingan dan solusi dari pemerintah agar mereka dapat kembali beraktivitas dan memulihkan ekonomi pascabencana. (subanta)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini

 
Desain: indotema.com