![]() |
| Bupati Pasaman Barat, Yulianto, dalam pertemuan bersama Dewan Energi Nasional (DEN) di Jakarta, Kamis (2/4/2026). (foto/ist) |
Pertemuan tersebut turut dihadiri Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah beserta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi Sumatera Barat.
Agenda utama pembahasan adalah tindak lanjut rencana pengembangan energi di wilayah Pasaman Barat sebagai bagian dari strategi peningkatan kemandirian energi daerah.
Bupati Yulianto menyampaikan bahwa Pasaman Barat memiliki potensi sumber daya energi yang perlu dioptimalkan secara terencana dan berkelanjutan. Salah satu potensi tersebut adalah energi panas bumi yang terdapat di wilayah Talamau. Selain itu, kawasan Teluk Tapang juga menjadi perhatian dalam pengembangan sektor energi dan infrastruktur pendukungnya.
Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah dalam pertemuan tersebut turut membahas percepatan pengembangan Teluk Tapang. Menurutnya, kawasan ini berpotensi menjadi salah satu penopang sektor minyak dan energi di Sumatera Barat, sebagaimana peran kawasan Bungus yang telah lebih dulu berkembang.
Energi geothermal (panas bumi) merupakan salah satu sumber energi terbarukan yang berasal dari panas alami di dalam bumi, yang dihasilkan oleh aktivitas batuan cair (magma) serta air panas di kerak bumi. Energi ini dikenal ramah lingkungan, berkelanjutan, dan dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan listrik maupun pemanasan langsung.
“Pengembangan energi di Pasaman Barat tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan lokal, tetapi juga diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap ketahanan energi di Sumatera Barat,” ujar Yulianto.
Yulianto berharap hasil pertemuan ini dapat segera ditindaklanjuti dalam bentuk program konkret, sehingga pengembangan energi di daerah dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
"Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperkuat pembangunan berkelanjutan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan sumber daya energi yang efektif dan ramah lingkungan," jelas Yulianto.(doni setiawan)


