![]() |
| Keluarga Frater Christopher Tabur Bunga di Danau Toba. (foto/ist) |
Pelaksana Kepala BPBD Kabupaten Toba, Sikkat Sitompul, menyampaikan bahwa seluruh proses pencarian telah dilakukan secara maksimal sejak hari pertama kejadian.
“Upaya pencarian telah dilakukan selama tujuh hari. Namun korban belum berhasil ditemukan meskipun berbagai metode sudah dilakukan. Dengan demikian, proses pencarian resmi dihentikan,” ujarnya, Sabtu (18/4/2026).
Pencarian Frater Christopher sebelumnya dimulai sejak Sabtu (11/4/2026), melibatkan tim gabungan dari BPBD, Basarnas, TNI, Polri, serta masyarakat setempat di sekitar lokasi kejadian.
Sebagai bentuk penghormatan, keluarga bersama kerabat menggelar ibadah dan prosesi tabur bunga di lokasi tenggelamnya korban, Sabtu siang. Dalam suasana haru, pihak keluarga menyatakan telah mengikhlaskan kepergian Frater Christopher.
Sebelumnya, Wakil Bupati Toba Audi Murphy O. Sitorus turut meninjau langsung proses pencarian di Desa Jonggi Nihuta, Kecamatan Lumban Julu, pada Selasa (14/4/2026). Dalam kunjungannya, ia juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban serta memastikan koordinasi pencarian berjalan optimal.
Diketahui, Frater Christopher Rustam merupakan anggota Keuskupan Pangkal Pinang yang tengah menempuh pendidikan filsafat di UNIKA Santo Thomas Medan. Ia dilaporkan tenggelam saat berada di kawasan perairan Danau Toba, tepatnya di sekitar Air Terjun Situmurun.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat dan wisatawan untuk selalu meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di kawasan perairan, khususnya di destinasi wisata alam seperti Danau Toba yang memiliki arus dan kedalaman yang beragam. (paber simanjuntak)


