![]() |
| Wakil Bupati Asahan, Rianto, membuka kegiatan Seminar EduDay 2026. (foto/ist) |
Seminar ini menekankan pentingnya integrasi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan pemrograman (coding) dalam proses pembelajaran sebagai upaya mempersiapkan generasi masa depan yang adaptif dan berdaya saing.
Kegiatan dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Asahan, para pemangku kepentingan di bidang pendidikan, serta ratusan peserta yang terdiri dari kepala sekolah tingkat TK, SD, dan SMP, serta para guru se-Kabupaten Asahan.
Seminar EduDay 2026 menjadi wadah strategis untuk meningkatkan kompetensi tenaga pendidik sekaligus mendorong peningkatan kualitas pendidikan di daerah tersebut.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Asahan menyampaikan bahwa kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan sejumlah regulasi, di antaranya Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, serta Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan.
Ia menjelaskan, seminar ini bertujuan untuk meningkatkan wawasan dan kompetensi tenaga pendidik, menjadi sarana berbagi inovasi, memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan, serta mendorong peningkatan kualitas pengelolaan pendidikan di Kabupaten Asahan.
Selain itu, kegiatan ini diharapkan menjadi momentum dalam memperkuat peran pendidikan dalam pembangunan sumber daya manusia yang unggul.
Perwakilan penerbit Erlangga menegaskan bahwa perkembangan teknologi yang pesat menuntut perubahan dalam sistem pembelajaran.
Menurutnya, pembelajaran tidak lagi berfokus pada hafalan, melainkan harus mendorong peserta didik berpikir kritis, kreatif, dan reflektif. Pendekatan deep learning dinilai menjadi kunci dalam memahami materi secara lebih mendalam.
“Coding dan kecerdasan buatan kini bukan lagi keterampilan tambahan, tetapi sudah menjadi kebutuhan dasar dalam pendidikan modern,” ujarnya.
Wakil Bupati Asahan Rianto dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Seminar EduDay 2026 yang dinilai sangat relevan dengan perkembangan zaman.
Ia menegaskan bahwa dunia pendidikan harus mampu beradaptasi dengan kemajuan teknologi, khususnya dalam pemanfaatan AI dan pembelajaran berbasis pemikiran kritis.
Rianto juga menekankan pentingnya inovasi dari para guru dan kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan di daerah.
Selain itu, ia menyoroti sejumlah program strategis pemerintah di bidang pendidikan, seperti pengembangan sekolah unggulan, persiapan kehadiran MAN Insan Cendekia, Program Sekolah Garuda, serta berbagai upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Investasi terbaik bagi daerah adalah investasi di bidang pendidikan, karena akan melahirkan generasi yang unggul dan berdaya saing,” tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Asahan berharap kegiatan seperti EduDay 2026 dapat terus berlanjut sebagai bagian dari upaya berkelanjutan dalam meningkatkan mutu pendidikan.
Sinergi antara pemerintah daerah, tenaga pendidik, dan pihak swasta dinilai penting untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, mendorong inovasi di sekolah, serta mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan global.
Kegiatan ditutup dengan penyerahan plakat, sesi foto bersama, serta pelaksanaan seminar inti. Seluruh rangkaian acara berlangsung tertib, lancar, dan penuh antusiasme dari para peserta.
Seminar EduDay 2026 diharapkan menjadi langkah nyata dalam mendorong transformasi pendidikan di Kabupaten Asahan menuju sistem pembelajaran yang lebih inovatif, adaptif, dan berbasis teknologi. (rahmadhika)


