Warga Batu Bara Kritik Kinerja Reskrim, Kasus Pencurian Dinilai Mandek

Sebarkan:
Gedung Satreskrim Polres Batu Bara di Limapuluh Kota, Kecamatan Limapuluh. (foto/ist)
BATU BARA – Sejumlah warga di Kecamatan Limapuluh, Kabupaten Batu Bara, menyoroti kinerja Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Batu Bara yang dinilai belum maksimal dalam mengungkap berbagai kasus pencurian.

Salah satu warga, Supriadi (60), mengaku kecewa karena laporan pembobolan rumah yang dialaminya hingga kini belum menunjukkan perkembangan berarti, meski telah dilaporkan sekitar dua bulan lalu.

“Kerugian saya puluhan juta rupiah, termasuk sertifikat tanah ikut hilang. Tapi sampai sekarang belum ada kejelasan,” ujar Supriadi, Kamis (2/6).

Ia menyebut, ciri-ciri terduga pelaku sebenarnya telah diketahui. Namun, menurutnya, proses penanganan kasus berjalan lambat dan terkesan mandek.

Supriadi juga menilai, kasus serupa tidak hanya dialaminya. Sejumlah warga lain disebut mengalami pencurian, namun hingga kini belum juga terungkap. “Kami melihat banyak kasus jalan di tempat. Ini membuat masyarakat kecewa dan mulai apatis untuk melapor,” katanya.

Selain itu, ia mengkritik kegiatan patroli yang dinilai belum efektif menekan angka kriminalitas di lingkungan permukiman. Menurutnya, warga masih kerap menghadapi berbagai tindak kejahatan, mulai dari pencurian hingga dugaan praktik ilegal yang dinilai belum tertangani secara optimal.

Warga berharap pihak kepolisian dapat meningkatkan kinerja, khususnya dalam penanganan laporan masyarakat serta pengungkapan kasus-kasus kriminal yang meresahkan. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Polres Batu Bara terkait keluhan warga tersebut. (zein)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini

 
Desain: indotema.com