Dikalahkan Swiss 2-1 di Partai Pamungkas, Kanada Susul AS dan Meksiko ke Fase Gugur

Sebarkan:

Pemain Swiss Manzambi (baju merah) dan pemain Kanada berjibaku pada laga penentuan Kamis (25/6/2026) dini hari WIB. (Foto: swissnatimen/Instagram)
MEDAN - Kanada harus menerima kekalahan tipis dari Swiss dengan skor 2-1 pada pertandingan terakhir Grup B Piala Dunia 2026. Meski gagal mengamankan posisi puncak klasemen, hasil tersebut tetap membawa Kanada melangkah ke babak gugur dalam turnamen yang digelar di kandang sendiri.

Bermain di hadapan pendukungnya di BC Place, Vancouver, Rabu (24/6/2026) waktu setempat atau Kamis (25/6/2026) dini hari WIB, Kanada tampil penuh semangat karena kemenangan atau hasil imbang akan membuka peluang besar bagi mereka mengakhiri fase grup sebagai pemuncak klasemen. Namun Swiss menunjukkan pengalaman dan mental kuat sebagai tim yang terbiasa tampil di turnamen besar.

Pertandingan ini menjadi duel penentu karena kedua tim sama-sama mengoleksi empat poin sebelum laga. Swiss datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah menang telak atas Bosnia dan Herzegovina, sementara Kanada membawa modal kemenangan besar 6-0 atas Qatar.

Sejak peluit awal dibunyikan, Kanada mencoba mengambil kendali permainan. Dukungan suporter tuan rumah membuat Alphonso Davies dan kawan-kawan bermain lebih menyerang dengan mengandalkan kecepatan di sisi lapangan.

Namun Swiss tidak mudah ditembus. Lini belakang yang dipimpin pemain berpengalaman mampu meredam tekanan Kanada. Tim asuhan Murat Yakin bermain lebih sabar, menunggu momen untuk melakukan serangan balik.

Babak pertama berlangsung ketat. Kanada memiliki beberapa peluang, tetapi penyelesaian akhir belum mampu mengubah skor. Swiss juga beberapa kali mengancam lewat transisi cepat, namun kedua tim harus masuk ruang ganti dengan skor imbang.

Memasuki babak kedua, Swiss mulai meningkatkan intensitas permainan. Perubahan pendekatan membuat lini serang mereka lebih berbahaya dan akhirnya berhasil membuka keunggulan.

Ruben Vargas menjadi pemain yang memecah kebuntuan untuk Swiss. Gol tersebut membuat Kanada berada dalam tekanan karena harus mengejar ketertinggalan di laga yang sangat menentukan.

Swiss kemudian semakin percaya diri dan berhasil menggandakan keunggulan melalui Johan Manzambi. Gol kedua membuat La Nati berada di posisi nyaman untuk mengamankan kemenangan sekaligus merebut status juara Grup B.

Tertinggal dua gol tidak membuat Kanada kehilangan harapan. Pelatih Jesse Marsch melakukan sejumlah perubahan untuk meningkatkan daya gedor timnya.

Keputusan tersebut membuahkan hasil ketika Promise David berhasil mencetak gol balasan. Skor berubah menjadi 2-1 dan membuat atmosfer pertandingan kembali panas.

Setelah gol tersebut, Kanada terus menekan. Mereka berusaha mencari gol penyama kedudukan demi menjaga peluang finis di posisi terbaik Grup B.

Namun Swiss tampil disiplin hingga menit akhir. Pertahanan mereka mampu menahan gelombang serangan Kanada dan mempertahankan keunggulan.

Kemenangan 2-1 memastikan Swiss finis sebagai juara Grup B dengan tujuh poin. Mereka menunjukkan konsistensi sepanjang fase grup dengan pertahanan solid dan efektivitas serangan.

Sementara itu, Kanada tetap lolos ke babak gugur meski kehilangan peluang menjadi pemimpin grup dengan empat poin. Perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 tetap menjadi pencapaian penting karena berhasil melaju lebih jauh dalam turnamen yang berlangsung di depan publik sendiri.

Kanada membuktikan perkembangan sepak bolanya setelah mampu bersaing melawan tim-tim kuat. Kemenangan besar atas Qatar dan perjuangan menghadapi Swiss menjadi bukti bahwa tuan rumah tidak hanya menjadi peserta, tetapi mampu memberikan perlawanan di panggung dunia.(Sumber: FIFA World Cup)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini

 
Desain: indotema.com