Klarifikasi Calon Relawan SPPG Marjanji Sipispis: Bantah Ada Pungli dan Intimidasi dalam Rekrutmen MBG

Sebarkan:
Sejumlah calon relawan SPPG Marjanji, Kecamatan Sipispis, memberikan klarifikasi kepada awak media pada Senin (1/6/2026). (foto/ist)
SERDANG BEDAGAI – Sejumlah calon relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Marjanji, Kecamatan Sipispis, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), menyampaikan klarifikasi terkait pemberitaan mengenai dugaan pungutan liar (pungli) dalam proses perekrutan relawan Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dalam pertemuan dengan awak media pada Senin (1/6/2026), para calon relawan membantah adanya praktik pungli, intimidasi, maupun permintaan uang yang dikaitkan dengan proses penerimaan relawan.

Mereka menjelaskan bahwa sejumlah uang yang sempat diberikan kepada M. Rizal Purba, mantan Kepala Desa Marjanji yang juga dikenal sebagai tokoh masyarakat setempat, merupakan bentuk ucapan terima kasih secara sukarela karena telah membantu menyampaikan informasi terkait peluang kerja di Dapur MBG yang akan beroperasi di wilayah tersebut.

Salah seorang calon relawan, Selamat (45), menegaskan dirinya tidak pernah merasa menjadi korban pungli. "Kami tidak menyogok dan tidak dipungli. Uang itu kami berikan secara pribadi sebagai bentuk terima kasih karena mendapat kesempatan mengikuti proses perekrutan relawan di Dapur MBG," ujarnya.

Menurut Selamat, pemberian tersebut dilakukan atas inisiatif masing-masing tanpa adanya tekanan maupun kewajiban dari pihak mana pun.

"Kami berharap bisa segera bekerja ketika dapur ini mulai beroperasi. Jadi jangan langsung disimpulkan seolah-olah kami diperas atau menjadi korban pungli," katanya.

Pernyataan serupa disampaikan Arifa Nadia Saragih (24), warga Dusun I Desa Marjanji yang merupakan lulusan STIE YKPN Yogyakarta tahun 2024.

Ia menilai istilah pungli tidak tepat digunakan dalam persoalan tersebut karena tidak ada permintaan uang dari pihak tertentu. "Tidak ada permintaan dari awal. Itu murni inisiatif kami sendiri sebagai bentuk terima kasih," ujar Arifa.

Ia berharap polemik yang berkembang dapat segera berakhir sehingga para calon relawan dapat fokus menunggu operasional Dapur MBG. "Apalagi uang yang diberikan juga sudah dikembalikan oleh Pak Rizal," tambahnya.

Hal senada disampaikan Nur Azlin (28), warga Desa Marjanji. Ia mengaku tidak pernah mengalami tekanan, paksaan maupun intimidasi untuk memberikan sejumlah uang.

"Kami tidak pernah diminta, tidak dipaksa, apalagi diintimidasi untuk membayar. Itu kemauan kami sendiri karena berharap semuanya berjalan lancar dan kami bisa segera bekerja. Uang yang kami berikan juga sudah dikembalikan," katanya.

Calon relawan lainnya, Sairin (65), juga menyampaikan bahwa pemberian uang tersebut dilakukan secara sukarela. "Ada memang yang memberi uang, tetapi itu ikhlas. Tidak ada niat lain selain berharap semuanya berjalan lancar dan kami bisa bekerja," ujarnya.

Sementara itu, Nuriah Purba (45), calon relawan yang akan bertugas di bagian produksi atau tim dapur, mengaku berharap program MBG segera berjalan karena dapat membantu meningkatkan perekonomian keluarganya.

Selama ini, ia mengaku mengandalkan penghasilan dari mengumpulkan lidi sawit dan membantu berjualan makanan ringan. "Saya berharap bisa bekerja di Dapur MBG dan mendapatkan penghasilan yang lebih baik untuk keluarga," katanya.

Nuriah juga membantah adanya dugaan pungli sebagaimana yang berkembang di tengah masyarakat. "Pak Rizal itu orang baik dan sering membantu masyarakat. Saya memberikan uang itu sebagai tanda terima kasih dan sekarang uang tersebut sudah dikembalikan," ujarnya.

Selain para relawan yang telah memberikan keterangan, sejumlah calon relawan lainnya juga menyampaikan pernyataan serupa. Mereka menegaskan bahwa uang yang sempat diberikan merupakan bentuk ucapan terima kasih dan bukan pungutan liar.

Terpisah, M. Rizal Purba saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp membenarkan bahwa sejumlah calon relawan sempat memberikan uang kepadanya. Namun, ia menegaskan seluruh uang tersebut telah dikembalikan kepada para pemberi.

Sementara itu, pemilik SPPG Marjanji, Dermawan Saragih, menyatakan bahwa M. Rizal Purba turut membantu proses percepatan pembangunan fasilitas SPPG di Desa Marjanji.

"Sebagai tokoh masyarakat, beliau berharap keberadaan dapur MBG dapat memberdayakan masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi," ujar Dermawan. Ia juga memastikan bahwa dana yang sempat diterima dari para calon relawan telah dikembalikan.

Dermawan berharap polemik yang berkembang dapat diselesaikan secara baik sehingga operasional Dapur MBG di Desa Marjanji dapat berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan lapangan pekerjaan.

Hingga kini, para calon relawan masih menantikan beroperasinya Dapur MBG tersebut sebagai peluang untuk memperoleh pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga.(rasum)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini

 
Desain: indotema.com