Mengapa UFC Freedom 250 Digelar Senin Waktu Indonesia? Ini Penjelasannya

Sebarkan:

JAKARTA - UFCFreedom 250 atau yang juga dikenal sebagai UFCWhite House menjadi salah satu ajang olahraga paling unik dalam sejarah Amerika Serikat. 

Untuk pertama kalinya, UFC menggelar pertarungan resmi di halaman selatan Gedung Putih dengan laga utama mempertemukan juara kelas ringan UFC, Ilia Topuria, melawan pemegang sabuk interim, Justin Gaethje.

Salah satu hal yang menarik perhatian penggemar adalah keputusan UFC menggelar aara tersebut pada Minggu, 14 Juni 2026 waktu setempat, atau Senin (15/6/2026) mulai pagi WIB. Jadwal itu berbeda dari tradisi UFC yang umumnya berlangsung pada Sabtu malam atau Minggu waktu Indonesia.

Menurut penyelenggara, tanggal tersebut dipilih karena bertepatan dengan rangkaian perayaan Freedom 250, yaitu peringatan 250 tahun kemerdekaan Amerika Serikat. Selain itu, 14 Juni juga merupakan Flag Day di Amerika Serikat dan bertepatan dengan ulang tahun ke-80 Presiden Donald Trump, yang selama bertahun-tahun dikenal memiliki hubungan dekat dengan UFC dan CEO UFC Dana White.

UFC juga ingin menjadikan Freedom 250 sebagai acara simbolis yang berbeda dari kartu pertarungan reguler. Karena alasan itulah ajang tersebut ditempatkan pada Minggu malam di South Lawn Gedung Putih dengan kapasitas ribuan penonton, termasuk anggota militer aktif yang diundang secara khusus.

Fokus utama tentu tertuju pada duel penyatuan gelar kelas ringan antara Ilia Topuria dan Justin Gaethje. Topuria datang sebagai juara dunia yang belum pernah kalah, sementara Gaethje membawa sabuk interim dan bertekad menambah satu momen bersejarah lagi dalam kariernya.

Menjelang pertarungan, Gaethje mengaku sangat termotivasi karena kesempatan tampil di Gedung Putih merupakan sesuatu yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya."Sulit menggambarkannya dengan kata-kata. Jika saya mengingat dari mana saya berasal dan bagaimana semuanya dimulai, ini benar-benar luar biasa," kata Gaethje kepada UFC.

Petarung berjulukan The Highlight itu juga menegaskan bahwa dirinya datang bukan sekadar untuk menjadi bagian dari sejarah."Saya di sini untuk menjadi legenda," ucapnya.

Gaethje menyadari banyak pihak menjagokan Topuria karena rekor tak terkalahkan dan rentetan kemenangan impresif yang dimiliki petarung asal Georgia-Spanyol tersebut. Namun veteran berusia 37 tahun itu yakin pengalaman panjangnya di laga-laga besar bisa menjadi pembeda.

Di sisi lain, Topuria tampil dengan kepercayaan diri tinggi. Sang juara menilai dirinya berada pada puncak performa dan siap membuktikan bahwa statusnya sebagai salah satu petarung terbaik dunia bukan kebetulan.

Meski suasana memanas, Topuria tetap menunjukkan keyakinannya menjelang laga terbesar tahun ini."Saya siap membuktikan diri sekali lagi," ucapnya.

Topuria juga menepis berbagai ancaman yang dilontarkan lawannya sepanjang masa promosi dan menegaskan fokusnya hanya tertuju pada pertarungan di oktagon.Duel ini diperkirakan menjadi salah satu pertarungan kelas ringan terbesar dalam beberapa tahun terakhir.

Selain mempertaruhkan sabuk juara tak terbantahkan, pemenangnya berpotensi mengukuhkan diri sebagai wajah utama divisi kelas ringan UFC.

Bagi Gaethje, kemenangan akan menjadi puncak perjalanan panjangnya setelah bertahun-tahun menghadirkan pertarungan spektakuler dan dua kali berstatus sebagai juara interim. Sementara bagi Topuria, kemenangan akan memperkuat statusnya sebagai juara dominan yang belum mampu dijatuhkan siapa pun.(mm/net)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini

 
Desain: indotema.com