![]() |
| Kobaran api menghanguskan bangunan. (foto/ist) |
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 06.00 WIB. Api dengan cepat membesar karena diduga menjalar ke area yang dipenuhi bahan baku mudah terbakar. Kepulan asap hitam pekat terlihat dari berbagai penjuru sehingga memicu kepanikan warga yang bermukim di sekitar lokasi.
Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Deli Serdang segera dikerahkan untuk melakukan pemadaman. Hingga beberapa jam setelah kejadian, api masih terus berkobar di sejumlah bagian bangunan.
Petugas Disdamkarmat Deli Serdang, Edi, mengatakan dugaan sementara api pertama kali muncul dari bagian blower di area produksi. "Terbakar bagian blower. Katanya itu bagian pemasak," ujar Edi di lokasi.
Ia menjelaskan, sekitar 80 persen bangunan pabrik mengalami kerusakan akibat dilalap api. "Kalau ini sekitar hampir 80 persen ludes," katanya.
Meski kebakaran menyebabkan kerusakan cukup parah, hingga proses pemadaman berlangsung belum ada laporan mengenai korban jiwa. "Korban jiwa untuk sementara belum ada dengar," ucapnya.
Menurut Edi, petugas masih terus berupaya mengendalikan api yang saat itu masih membesar di sisi kiri bangunan. "Sebagian di sebelah kanan sudah mulai padam. Sekarang yang arah ke pintu masuk sebelah kiri yang masih api membesar," jelasnya.
Untuk mempercepat proses pemadaman, Disdamkarmat Deli Serdang mengerahkan empat unit mobil pemadam kebakaran, dibantu tim Damkar Medan dan Kota Binjai. Sejumlah armada bantuan dari Kota Medan dan Kota Binjai juga diterjunkan ke lokasi.
Kebakaran tersebut menarik perhatian masyarakat. Ratusan warga terlihat memadati kawasan pabrik untuk menyaksikan proses pemadaman. Banyak di antaranya mengabadikan momen melalui telepon genggam, sementara sejumlah kreator konten melakukan siaran langsung di media sosial.
Salah seorang warga, Putri Amelia (20), mengaku datang ke lokasi setelah mengetahui informasi kebakaran dari grup percakapan.
"Penasaran saja dan kaget melihat kejadiannya. Begitu tahu dari grup, saya langsung ke sini. Kebetulan keluarga saya juga ada yang bekerja di pabrik ini," ujarnya.
Hingga berita ini ditulis, petugas masih melakukan proses pendinginan di sejumlah titik api. Sementara itu, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Tidak ada laporan korban jiwa dalam insiden tersebut, sedangkan nilai kerugian material diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.(abdul meliala)


