![]() |
| Wakil Bupati Humbahas, Junita R Marbun, saat ikut turun langsung dalam panen raya ubi jalar di Pollung, (foto/mm:abednego manalu) |
Kehadiran Wakil Bupati Humbahas tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap sektor pertanian, khususnya dalam pengembangan komoditas ubi jalar sebagai salah satu potensi untuk memperkuat ketahanan pangan (Ketapang) dan meningkatkan perekonomian masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, Junita R Marbun yang dikenal Humble itu tidak hanya meninjau proses panen, tetapi juga turun langsung memanen ubi jalar dengan menggunakan cangkul. Aksi tersebut mendapat perhatian dari masyarakat karena Wabup terlihat berbaur bersama para petani di lokasi pertanian.
Masyarakat menilai keikutsertaan Wakil Bupati Humbahas dalam panen raya tersebut menjadi kesempatan bagi pemerintah untuk melihat secara langsung proses budidaya ubi jalar, mulai dari penanaman, perawatan, hingga persoalan pemasaran hasil pertanian.
Usai panen, Wakil Bupati Humbahas menyampaikan bahwa sebelumnya telah dilakukan komunikasi dengan sejumlah perusahaan yang memiliki kerja sama di Kabupaten Humbahas terkait peluang pemasaran hasil pertanian masyarakat.
"Kami sebenarnya sudah berdiskusi dengan dua perusahaan yang bekerja sama di Kabupaten Humbahas. Nantinya mungkin akan kita pertemukan untuk menjajaki kerja sama, termasuk kemungkinan membuat MoU. Namun tentu ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi, salah satunya terkait kualitas ubi jalar," ujar Junita.
Ia menjelaskan, tanaman ubi jalar memiliki potensi besar untuk dikembangkan di Humbahas karena kondisi wilayah yang dinilai sesuai untuk komoditas tersebut. Menurutnya, pengembangan ubi jalar tidak hanya dapat dilakukan di Kecamatan Pollung, tetapi juga di sejumlah wilayah lain seperti Kecamatan Doloksanggul, Sijamapolang, dan Lintongnihuta yang saat ini sudah banyak masyarakat melakukan budidaya tanaman tersebut.
"Ubi jalar ini cocok ditanam oleh petani Humbahas. Melihat siklus tanamnya, bukan hanya di Kecamatan Pollung, tetapi juga di beberapa kecamatan lainnya. Artinya daerah Humbahas memiliki potensi yang baik untuk pengembangan ubi jalar," jelasnya.
Junita juga memberikan motivasi kepada para petani agar terus meningkatkan kualitas hasil produksi. Menurutnya, kualitas tanaman yang baik akan berdampak terhadap nilai jual dan kesejahteraan masyarakat.
"Karena kualitas yang bagus akan menghasilkan harga yang bagus. Saya berharap seluruh petani Humbahas tetap semangat dan pantang menyerah. Ubi jalar ini dapat menjadi salah satu sumber pendapatan yang membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat," katanya.
Sementara itu, petani ubi jalar sekaligus pemilik lahan, Budiman Lumbanbatu, berharap pemerintah Kabupaten Humbahas dapat membantu menyediakan pengelolaan pupuk organik atau kompos bagi petani. Menurutnya, ketersediaan kompos menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan budidaya ubi jalar.
"Kita berharap kepada pemerintah agar disediakan pengelolaan kompos organik. Hal itu pasti sangat membantu bagi para petani," ujar Budiman.
Ia menjelaskan, untuk lahan seluas satu hektare, kebutuhan kompos dalam penanaman ubi jalar mencapai sekitar 3.500 karung. Sementara hasil produksi dari lahan satu hektare dapat mencapai sekitar 25 ton. Terkait pemasaran, Budiman mengungkapkan bahwa saat ini hasil panen masih dijual melalui pedagang perantara atau tengkulak dan belum memiliki kerja sama langsung dengan perusahaan.
Ia berharap pemerintah dapat membantu memfasilitasi petani agar dapat bermitra dengan perusahaan sehingga pemasaran hasil panen menjadi lebih jelas dan memberikan nilai tambah bagi petani. Saat ini, harga jual ubi jalar kepada tengkulak berada di kisaran Rp7.000 per kilogram.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Humbahas menegaskan komitmen pemerintah untuk terus mendukung sektor pertanian sebagai salah satu kekuatan ekonomi masyarakat. Pemerintah akan mendorong pengembangan komoditas unggulan daerah, memperkuat akses pemasaran, serta membuka peluang kerja sama antara petani dan pihak swasta.
Melalui penguatan ketahanan pangan dan pendampingan kepada petani, diharapkan sektor pertanian tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pangan daerah, tetapi juga menjadi sumber peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat Humbang Hasundutan.(abednego manalu)


