BATU BARA – Puluhan warga mendatangi UPT KPH Wilayah II P.Siantar, Unit I Batu Bara,Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Utara, tepatnya di Jalan Lintas Sumatera, Desa Petatal, Kecamatan Datuk Tanah Datar, Kabupaten Batu Bara, Senin (29/6/2026).
Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes atas kondisi drainase yang rusak dan diduga menjadi penyebab banjir yang merendam rumah warga saat hujan turun.
Meski diguyur hujan, warga tetap bertahan menyampaikan keluhan mereka. Warga menilai saluran drainase tidak lagi berfungsi optimal setelah ditutup menggunakan dua batang balok kayu gelondongan yang dijadikan akses keluar masuk truk pengangkut kayu. Selain itu, turap di sekitar drainase juga dilaporkan mengalami kerusakan.
Salah seorang warga, Nurhayati, mengatakan drainase tersebut baru dibangun sekitar dua tahun lalu setelah masyarakat menantikan realisasinya selama kurang lebih 30 tahun.
Menurutnya, sebelum mengalami kerusakan, saluran tersebut berfungsi dengan baik untuk mengalirkan air hujan sehingga kawasan permukiman tidak lagi tergenang.
"Setelah drainase tertutup dan rusak, setiap hujan turun air meluap hingga masuk ke rumah warga. Kami berharap saluran ini segera diperbaiki agar banjir tidak kembali terjadi," ujar Nurhayati.
Menanggapi keluhan warga, Pegawai Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Utara, Ritonga, menyatakan pihaknya akan segera melakukan perbaikan terhadap drainase yang mengalami kerusakan. "Kami akan segera memperbaiki drainase seperti semula," katanya.
Setelah dilakukan dialog antara warga, perwakilan Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Utara, anggota DPRD, dan perangkat desa, kedua belah pihak mencapai kesepakatan. Pihak Dinas Kehutanan berkomitmen memperbaiki saluran drainase, sehingga warga membubarkan diri secara tertib.
Warga berharap perbaikan segera direalisasikan agar fungsi drainase kembali normal dan banjir yang selama ini meresahkan masyarakat tidak kembali terjadi, terutama saat intensitas hujan tinggi. (zein)

