Akses Warga Lumpuh akibat Longsor, Bupati Simalungun Pastikan Perbaikan Jalan Marubun Lokkung Tak Berhenti

Sebarkan:
Bupati Simalungun, H Anton Achmad Saragih meninjau perbaikan jalan. (foto/ist)
SIMALUNGUN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun menegaskan komitmennya untuk menuntaskan penanganan bencana longsor yang memutus akses jalan di Nagori Marubun Lokkung, Kecamatan Dolok Silou. Perbaikan infrastruktur terus dilakukan meski terkendala cuaca dan longsor susulan.

Komitmen tersebut disampaikan Bupati Simalungun, H Anton Achmad Saragih, melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Mixnon Andreas Simamora di Pematang Raya, Kamis (9/7/2026).

Menurut Mixnon, pemerintah daerah tidak akan menghentikan pekerjaan hingga akses jalan kembali normal dan aman digunakan masyarakat.

"Saat ini pekerjaan penanganan di lokasi terus berjalan, meskipun masih menghadapi kendala cuaca yang menghambat proses pengerjaan," ujar Mixnon.

Longsor yang terjadi telah memutus akses penghubung antara Nagori Marubun Lokkung, Kecamatan Dolok Silou, dengan Nagori Tinggi Raja, Kecamatan Silou Kahean. Kondisi tersebut mengganggu mobilitas warga, termasuk distribusi hasil pertanian dan perkebunan.

"Jalur ini merupakan akses vital bagi masyarakat untuk beraktivitas dan mengangkut hasil bumi. Karena itu, pemerintah akan menuntaskan pembangunan dan perbaikan hingga benar-benar selesai dan aman dilalui," tegasnya.

Sementara itu, perwakilan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Simalungun, Oliver Silalahi, menjelaskan bahwa pekerjaan di lapangan menghadapi sejumlah tantangan akibat tingginya curah hujan yang memicu longsor susulan.

Akibat perubahan kondisi di lapangan, volume pekerjaan pun mengalami penambahan. Pembangunan tembok penahan tanah (TPT) yang semula direncanakan sepanjang 30 meter kini diperpanjang menjadi 39 meter. Begitu juga pembangunan box culvert yang bertambah dari 9 meter menjadi 21 meter.

Selain itu, akses menuju lokasi yang terbatas menyebabkan distribusi material bangunan mengalami kendala. Ketersediaan material di sekitar lokasi juga terbatas, sementara area pekerjaan yang sempit dan tidak adanya jalur alternatif membuat aktivitas warga yang mengangkut hasil pertanian sering bersinggungan dengan proses pembangunan.

"Karena adanya longsor susulan, volume pekerjaan bertambah sehingga waktu pelaksanaan diperpanjang. Seluruh pekerjaan ditargetkan selesai pada Agustus 2026," kata Oliver.

Pemkab Simalungun memastikan akan terus memantau perkembangan di lapangan serta mengerahkan seluruh sumber daya yang diperlukan agar penanganan longsor dapat diselesaikan sesuai target. Pemerintah berharap akses jalan kembali normal sehingga aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat dapat pulih sepenuhnya.(tan)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini

 
Desain: indotema.com