![]() |
| Ilustrasi pindah rumah bersama kucing peliharaan.(Shutterstock/Irina Gutyryak) |
Para ahli mengungkap, bermain di luar rumah dapat membahayakan kesehatan dan memperpendek umur kucing.
Kucing lebih baik dipelihara di dalam ruangan
"Memelihara kucing di dalam memberikan lingkungan yang aman bagi hewan itu dan ketenangan pikiran bagi pemiliknya," kata Dr Kimberly Simmons, dokter hewan dan CEO Simmons Consulting Group, sebagaimana dilansir dari laman KOMPAS.com, Sabtu (4/7/2026).
Dr Travis Arndt, dokter hewan dan direktur di Animal Medical Center di Amerika Tengah juga sependapat dengan Simmons.
Menurut Arndt, kucing yang dirawat di dalam ruangan memiliki umur lebih panjang daripada kucing yang lebih sering bermain di luar ruangan.
Seperti dilaporkan UC Davis Veterinary Medicine, kucing indoor dapat hidup antara 10-15 tahun. Sedangkan harapan hidup kucing outdoor rata-rata antara dua hingga lima tahun.
Kucing yang dirawat di luar ruangan berisiko mengalami:
- Cedera atau kematian akibat tertabrak kendaraan
- Bertemu dengan kucing liar, anjing liar, atau hewan liar lainnya
- Terinfeksi penyakit menular seperti feline immunodeficiency virus (FIV) atau feline leukemia virus (FeLV)
- Mengunyah tanaman beracun
- Terjangkit kutu
- Terkena penyakit cacing hati akibat gigitan nyamuk
- Kekejaman ulah manusia
- Terpapar racun seperti rodentisida
Jika kucing memiliki masalah kesehatan, Simmons menganjurkan pemilik hewan untuk menjaga agar hewan itu tetap di dalam rumah, karena:
Ketika kucing di dalam rumah, kita bisa memberikan obat secara teratur dalam sehari.
Kucing dengan sistem kekebalan yang lemah memiliki risiko lebih besar untuk mengalami sakit parah atau mati karena infeksi.
Risiko kesehatan pada kucing yang dipelihara di dalam rumah
Meski dipelihara di dalam rumah, bukan berarti kucing terbebas dari masalah kesehatan. "Kucing yang dipelihara di dalam ruangan berisiko lebih tinggi mengalami obesitas," jelas Mikel Delgado, konsultan perilaku kucing di Feline Minds.
Obesitas dipicu oleh kurangnya kesempatan kucing untuk berolahraga di dalam rumah. Hewan itu juga cenderung makan berlebihan saat merasa bosan.
Kondisi obesitas pada kucing perlu diperhatikan, karena kucing yang obesitas berisiko lebih besar terkena diabetes, penyakit jantung, dan tekanan darah tinggi.
Pada sebagian besar ras kucing, berat badan idealnya adalah sekitar 4,5 kilogram.
Jika bobot kucing jauh lebih ringan atau lebih berat, berkonsultasilah dengan dokter hewan untuk mengatasi masalah berat badan kucing.
Rasa bosan karena hanya berada di dalam rumah juga dapat membuat kucing berperilaku buruk. "Hewan itu akan mulai mencari hiburan dengan menggaruk perabotan dan merobek barang-barang lain di rumah," tutur Simmons.
Berikan aktivitas yang menarik di dalam rumah
Delgado mengatakan, kucing indoor sebaiknya diajak melakukan kegiatan menyenangkan yang dapat merangsang semua indra kucing.
Aktivitas itu akan menjadi sarana kucing untuk mengekspresikan perilaku memanjat, mencakar, dan bermain, ucap dia.
Cobalah menyediakan beberapa jenis mainan untuk kucing seperti:
- Food puzzle
- Area pendakian
- Bantal khusus yang bisa digores kucing (scratching pads)
- Catnip
"Kita juga harus memberi kucing waktu dan perhatian yang tepat, seperti waktu bermain setiap hari dan menanganinya secara lembut," papar Delgado.
Apabila kita ingin mengajak kucing bermain di luar rumah, ada beberapa cara yang relatif aman. Yaitu:
- Menggunakan pet stroller
- Melatih kucing berjalan di luar dengan tali kekang
- Membangun kandang di luar rumah yang aman. (mm/kompas.com)


