Ketua Dekranasda Kota Medan, Airin Rico Waas, menggandeng empat desainer berbakat, yakni Riki Damanik, Harry Hasibuan, Dita Mayenda, dan Ayu Andira, untuk menampilkan interpretasi empat musim dalam balutan busana yang elegan, modern, sekaligus tetap berakar pada identitas lokal.
Mengusung konsep yang tidak lazim bagi negara beriklim tropis seperti Indonesia, koleksi tersebut memadukan inspirasi musim semi, panas, gugur, dan dingin dengan unsur budaya Nusantara. Hasilnya, lahir karya-karya yang memperlihatkan bahwa kreativitas tidak dibatasi oleh letak geografis maupun perbedaan iklim.
"Kreativitas itu tidak mengenal batas. Justru di sanalah letak tantangan utamanya, bagaimana kita mengolah estetika dan filosofi empat musim tanpa melupakan sentuhan budaya serta kearifan lokal yang menjadi identitas utama Kota Medan," ujar Airin Rico Waas.
Tak hanya memanjakan mata melalui deretan koleksi busana, pertunjukan juga menghadirkan pengalaman yang membangkitkan kebanggaan akan identitas daerah. Suasana panggung semakin semarak ketika lagu "Anak Medan" mengalun, menghadirkan nuansa hangat yang langsung menghidupkan atmosfer peragaan.
![]() |
| Wali Kota Medan, Rico Waas bersama Ketua Dekranasda Kota Medan,Airin Rico Waas. (foto/ist) |
Partisipasi Dekranasda Kota Medan di Indonesia Fashion Week bukan sekadar menampilkan koleksi busana. Kehadiran mereka menjadi representasi semangat para pelaku industri kreatif daerah untuk menunjukkan bahwa karya desainer lokal mampu bersaing di panggung mode nasional, bahkan memiliki potensi menembus pasar yang lebih luas.
Kolaborasi ini sekaligus menjadi bukti bahwa ketika kreativitas berpadu dengan kekayaan budaya, lahirlah karya-karya yang tidak hanya memikat secara visual, tetapi juga membawa cerita dan identitas Kota Medan ke panggung mode Indonesia.(tan)



