Alif, Anak Sebatang Kara Bersalaman dan Duduk Bersama Bupati Tapsel

Sebarkan:

PERTEMUAN : Bupati Tapsel Dolly Pasaribu bersama Alif di Yayasan Al-Hijrah. (foto/ist)

ALIF adalah hurup pertama dalam abjab Arab. Menurut Ketua Yayasan Al-Hijrah Bintuju, Tapanuli Selatan(Tapsel) pemberian nama ini bagi Alif penuh syarat makna yang mendalam. Selain sudah bisa berbicara, kini bocah sebatang kara tersebut sudah bersalaman dan duduk bersama dengan Bupati Tapsel, Dolly Putra Parlindungan Pasaribu.

Pertemuan luar biasa ini berawal dari peletakan batu pertama pembangunan Menara Masjid Growth Al-Hijrah Bintuju, Kecamatan Angkola Muara Tais, Jumat (17/12/2021).

Saat itu, Bupati Tapsel yang dikenal ramah di kalangan masyarakat memanggil nama Alif. Sejumlah wajah-pun saling memandang, mencari siapa Alif yang dipanggil bupati. Dengan wajah tersenyum dan canggung, bocah yang mengenakan baju kuning dan les hijau tersebut berjalan menyambangi Bupati Dolly yang berada di depan.

Dengan raut wajah malu-malu, Alif menyambut salam tangan Bupati Dolly. Selain menanyakan kabar dan kesehatan Alif, Bupati Dolly merogoh saku celana memberikan sejumlah uang untuk Alif.

Selepas itu, Bupati Dolly pamitan kepada Alif dan warga yang hadir dalam pelatakan batu pertama menara masjid. Laiknya bersahabat, Alif juga turut mengantarkan Bupati hingga naik ke dalam mobil dinas menuju kantor bupati. Keinginan Alif untuk bersalaman dan berkenalan dengan Bupati Tapsel Dolly Pasaribu kini sudah terwujud.

Ditemukan di Terminal

Ketua Yayasan Al-Hijrah Bintuju, Tapsel, Azam Marpaung bercerita, bocah malang itu pertama kali ditemukan dalam kondisi berdarah dan memprihatinkan di terminal Kota Padangsidimpuan oleh pemilik Yayasan Al-Hijrah.

Saat ditemukan, bocah ini tidak bisa berbicara. Karena merasa prihatinkan, bocah itu kemudian dibawa ke Al-Hijrah dan diberikan pakaian laiknya anak seusianya. 

Bahkan, ketika diberikan pakaian anak ini juga tidak bisa memakainya, termasuk keperluan MKC. "Alhamdulillah, sekarang dia semua sudah bisa seperti kita," terangnya.

"Setelah kita urus, kemudian diajari berbicara. Karena kita tidak tau orang tuanya dan tak tau namanya, makanya kita sepakati maka beri nama Alif," terang Azam. (thoriq/mm)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini