Pejabat Non Job Pemkab Simalungun Resah, Insentif Mei - Juni Tak Dibayar

Sebarkan:

Kantor Bupati Simalungun. (foto/ist)
SIMALUNGUN - Sejumlah mantan pejabat eselon II di Pemkab Simalungun yang dinonjobkan pada 1 November 2021 lalu resah.Pasalnya, hak insentif bulan Mei - Juni  dikabarkan tidak dibayarkan namun  dialihkan untuk bulan November - Desember 2021.

Sejumlah mantan pejabat yang saat ini menjadi staf di beberapa OPD mengatakan, pengalihan insentif dilakukan atas kebijakan Bupati Simalungun Radiapoh H Sinaga yang menerbitkan peraturan bupati (Perbub).

"Informasinya sudah diterbitkan Perbub untuk pembayaran insentif ASN bulan November dan Desember 2021. Tapi janggal karena insentif Mei dan Juni dilangkahi, padahal baik di APBD maupun PAPBD TA 2021, insentif pegawai untuk bulan November dan Desember tidak ditampung," ungkap mantan Kepala Dinas, Kamis (23/12/2021).

Pengalihan insentif bulan Mei - Juni 2021 ke November-Desember disebut-sebut sengaja dilakukan supaya sekda baru Esron Sinaga mendapatkannya.

"Ada pengakuan dari salah satu kabag di setda Pemkab Simalungun, pengalihan insentif ASN dan pejabat ke November-Desember 2021, sengaja diatur supaya sekda Esron Sinaga memperolehnya," sebutnya.

Untuk diketahui Sekda Esron Sinaga dilantik Bupati bulan September 2021 lalu, padahal anggaran insentif ASN Pemkab Simalungun yang dialokasikan di APBD TA 2021 hanya 6 bulan atau Januari-Juni 2021, dan sudah dibayarkan untuk Januari-April 2021.

Pembayaran insentif sangat dibutuhkan ASN termasuk para mantan pejabat yang sudah dinonjobkan untuk memenuhi kebutuhan hari Natal dan Tahun Baru (Nataru). Setiap bulan pejabat eselon II Pemkab Simalungun menerima insentif sekitar Rp 15 juta.

Sekdakab Simalungun Esron Sinaga yang dikonfirmasi via pesan Whats App (WA) terkait pengalihan insentif ASN dan pejabat ke bulan November dan Desember 2021, tidak bersedia memberikan jawaban.

Sedangkan kepala dinas Kominfo Pemkab Simalungun, Wasin Sinaga mengaku tidak mengetahui adanya pengalihan insentif tersebut. "Informasi darimana.  Saya belum tahu adanya pengalihan insentif ASN itu," kata Wasin. (davis/mm)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini