Pilpres 2024, PKB Siap Bentuk dan Pimpin Poros Koalisi

Sebarkan:

Diskusi 4 Pilar MPR RI ”Refleksi Politik Kebangsaan Tahun 2021” di Media Center Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (15/12/2021).(foto/ist)
JAKARTA – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) siap untuk membentuk dan memimpin poros koalisi sendiri pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang. Wakil Ketua Umum Bidang Pemenangan Pemilu DPP PKB Jazilul Fawaid mengatakan, tahun 2022 mendatang, tensi politik dipastikan akan semakin hangat. 

Meskipun hingga saat ini koalisi partai politik (parpol) yang ada sangat solid dalam satu barisan, namun bukan tidak mungkin nanti pada 2023 menjelang Pemilu 2024, akan ada banyak akrobat politik dimana parpol yang saat ini berada di satu barisan, bisa menentukan langkahnya masing-masing.

”Kalau terkait dengan poros, PKB mau memimpin poros sendiri. Nggak tahu dengan cara apa, tapi saya sebagai Wakil Ketua Umum Bidang Pemenangan Pemilu, saya berkeinginan untuk PKB memimpin poros. Mestinya PPP juga ikut karena sama-sama hijau. Tinggal nambah satu lagi, berangkat itu sudah, misalnya PAN itu sudah cukup, berangkat kita. Bismillah,” ujarnya saat menjadi pembicara pada diskusi 4 Pilar MPR RI dengan tema ”Refleksi Politik Kebangsaan Tahun 2021” di Media Center Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (15/12/2021).

Dikatakan Gus Jazil, jika PKB bisa membentuk dan memimpin poros koalisi sendiri, hal yang ditekankan adalah bagaimana mengedepankan kepentingan bersama, bukan justru melahirkan politik identitas.

”Tentu akrobat politik di 2023 akan tidak terhindarkan nantinya dari partai-partai yang ada, meskipun hari ini solid dalam satu barisan. Saya berharap nanti kalau apapun partainya kalau manuvernya itu melampaui atau bisa memecah belah, harus disemprit karena ini untuk kepentingan persatuan, kebersamaan pasca Covid-19,” tuturnya.

Menurutnya, keinginan PKB untuk bisa membentuk poros koalisi sendiri dan memimpinnya akan semakin mudah terealisasi jika ada revisi batasan presidential threshold (PT) 20%. 

”PKB ingin mimpin poros, masa bercita-cita saja dilarang? Apalagi kalau nanti ada kesepakatan presidensial threshold-nya turun, tambah terbuka lagi,” urainya.

Wakil Ketua MPR ini mengatakan bahwa dengan tidak adanya calon petahana (incumbent) pada Pilpres 2024 mendatang, jika PT bisa diturunkan antara 5-10% maka Pemilu 2024 akan bermunculan tokoh-tokoh yang maju sebagai calon presiden (Capres).

”Banyak pilihan, tetapi tetap dalam bingkai persatuan. Jangan lagi muncul ekstrem kanan dan ekstrem kiri. Pokoknya kalau lebih banyak (calon), kalau ada 4 malah enak, cuma yang dipikirkan adalah kalau putarannya 2 kali maka biaya nambah, itu menjadi soal,” tuturnya. (*)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini